Kekayaan yang Tidak Menyelamatkan

0
266 views
Ilustrasi - Orang kaya. (Ist)

Puncta 15.08.22
Senin Biasa XX
Matius 19: 16-22

BEBERAPA waktu lalu ada beberapa orang muda dengan gaya hidup super mewah menawarkan bisnis trading online.

Mereka adalah super crazy richman dengan kehidupan glamour. Orang-orang muda menampilkan gaya hidup mewah; mobil super mahal, rumah bak istana, pelesir ke luar negeri.

Dengan aplikasi online mereka menawarkan “bisnis trading.”

Dengan investasi 10 dolar saja mereka bisa bermain tebak-tebakan mengikuti grafik yang muncul. Jika mereka berhasil menebak dengan tepat, mereka mendapat hasil 80% dari dana yang mereka pertaruhkan.

Banyak orang tertipu dengan model judi berkedok bisnis trading ini. Kita melihat beberapa orang ditahan karena diduga melakukan penipuan investasi, penyebaran berita bohong dan tindak pidana penyucian uang.

Orang muda yang tiba-tiba kaya raya itu melongo di sel tahanan dengan sebuah pertanyaan yang belum terjawab, “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Mereka pamer harta dengan membagi-bagi uang dalam jumlah yang besar. Mereka membeli barang-barang mewah seperti beli kacang bawang. Mereka mempunyai harta berlimpah seperti para sosialita.

Tetapi tiba-tiba mereka tercampak dalam jeruji besi yang dingin dan sepi. Harta kekayaan tidak bisa menggantikan kebebasannya.

Pertanyaan yang selalu menggantung di benak kita; sudah berbuat baik tetapi kenapa tidak mengalami kebahagiaan?

Inilah persoalan anak muda zaman sekarang; mengejar harta kekayaan dan popularitas tetapi tidak menemukan kebahagiaan hidup sejati.

Yesus menawarkan sesuatu yang lain untuk memperoleh kebahagiaan kekal.

Bukan dengan mengikuti arus dunia modern sekarang ini, tetapi dengan melepaskan diri dari cengkeraman dunia.

“Jika engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.”

Ada tiga tindakan yang harus dibuat; menjual segala harta milik, membagikannya kepada orang-orang miskin dan datang kepada Yesus untuk mengikuti-Nya.

Menjual segala harta milik artinya kita harus berani lepas bebas terhadap segala sesuatu. Tidak tergantung dan diperbudak oleh barang-barang duniawi.

Memberikan kepada orang miskin berarti jangan bernafsu egoistik. Hanya memikirkan diri sendiri dan tidak mau peduli kepada orang lain. Berani ikhlas berbagi.

Datang mengikuti Yesus berarti berani ambil keputusan memilih jalan yang dilakukan Dia, yakni jalan salib, jalan pengorbanan, jalan cintakasih.

Jika kita tidak berani memilih, kita akan mengalami seperti orang muda yang hartanya banyak tetapi dia miskin karena akhir hidupnya merana dan kesepian di dalam sel pribadinya yang dingin dan sepi.

Manakah jalan yang akan kita pilih untuk memperoleh hidup yang kekal?

Joko Tingkir berlayar ke Mempawah,
Tidak naik buaya tetapi naik kapal.
Apalah artinya harta melimpah,
Jika tidak menjamin kebahagiaan kekal?

Cawas, miskin di mata manusia, tapi kaya di hadapan Tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here