Kekuatan Kaum Kecil

0
182 views
Ilustrasi: Merayakan Natal secara sederhana di Stasi Sri Agung Stasi St. Yosef di Pematang Tembesu, wilayah perbatasan Jambi-Pekanbaru. (Ist)

KAUM kecil dan terpinggirkan sering disepelekan. Mereka kurang mendapat perhatian, karena dianggap tidak berkontribusi.

Dalam masa kampanye pemilu kerap dikibuli para politisi. Dalam dunia bisnis banyak kali jadi korban monopoli.

Namun tak jarang orang kecil dan kaum lemah memberikan kejutan saat masyarakat berada dalam situasi krisis. Seakan mereka menunjukkan kekuatan yang selama ini mereka simpan.

Perkelahian antara Daud dan Goliat menjadi contoh menarik yang amat populer (1 Sam 17: 40-51).

Goliat yang gagah perkasa dan dilengkapi persenjataan serba hebat memandang remeh Daud yang bak anak ingusan; datang menghadapinya dengan ketapel.

Sama sekali tak terduga bahwa Daud dengan sangat mudah menumbangkan lawannya.

Hanya dengan batu dan pengumban. Akhirnya, dia menghabisinya menggunakan senjata lawannya itu. Dia membuat seluruh pasukan lawan tunggang langgang.

Demikianlah kiranya, tatkala Tuhan menampakkan kekuasaan-Nya dalam diri orang lemah. Sekuat dan sehebat apa pun yang dimiliki, orang akan tumbang.

Dalam sejarah, hal serupa sering berulang.

Mereka yang belajar dari sejarah akan paham tentang kekuatan Allah. Sebaliknya, mereka yang mengabaikan sejarah akan terus mengulang langkah yang salah.

Orang yang kuat bersenjata seperti Goliat saat menghadapi lawan yang mengandalkan Tuhan akan tamat dalam waktu singkat.

Tetapi mereka yang mengandalkan Tuhan takkan terkalahkan.

Di sanalah kekuatan kaum kecil.

There is no army, no fortress, and no giant that can stand against our God. No one. I have seen his might with my own eyes.” (Connilyn Cossette, Wings of the Wind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here