Kemanusiaan Lebih Penting Dibanding Aturan Agama

0
395 views
Ratu Thailand, Sunandha Kumariratana

Bacaan 1: Kel 11:10 – 12:14
Injil: Mat 12:1 – 8

PERATURAN sejatinya dibuat agar ada sistem yang mengatur sesuatu sehingga berjalan lancar. Dalam kehidupan sehari-hari, kita senantiasa diatur oleh peraturan. Baik tertulis dan tidak tertulis.

Dalam sebuah negara monarki, rakyat wajib patuh pada titah raja atau ratu. Kadang menjadi otoriter, karena kekuasaan dipegang oleh keluarga kerajaan.

Kisah tragis, di mana ratu dan anaknya dari Kerajaan Thailand, meninggal lantaran aturan konyol yang dibuatnya sendiri.

Ratu Sunandha Kumariratana membuat aturan di mana tak seorang pun boleh menyentuhnya dan puterinya.

Pada tanggal 31 Mei 1880, sang ratu dan puterinya dengan perahu kerajaan berlayar ke istana Musim Panas Bang Pa In. Malang, di tengah perjalanan perahu mereka terbalik.

Para prajurit dan pengawal hanya bisa menyaksikan kapal itu terbalik dan tidak dapat membantu mereka karena aturan tadi. Mereka dilarang menyentuh, meski ratu dan puterinya dalam kondisi yang memerlukan pertolongan.

Meski akhirnya penjaga tersebut dihukum karena pandangannya yang ketat terhadap hukum dalam keadaan seperti itu.

Tuhan Yesus mengkritik pemahaman hukum agama Yahudi oleh orang-orang Farisi. Mereka melaksanakan Taurat secara kaku tanpa menghiraukan sisi kemanusiaan.

Bagi mereka, melaksanakan Taurat dengan ketat adalah tiket ke surga. Padahal menurut Tuhan Yesus, tidak demikian.

Tuhan Yesus menyindir mereka dengan firman Allah yang ditulis dalam Hosea 6:6,

“Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Berbeda dengan kisah penyelamatan Bangsa Yahudi dari penindasan di Mesir, Allah justru membuat aturan yang memang harus ditaati oleh mereka.

Hal itu untuk memisahkan antara orang Yahudi dengan Bangsa Mesir.

Dalam merencanakan keselamatan Bangsa Yahudi, Allah menyuruh mereka tinggal dalam rumah. Makan daging sembelihan domba, mengolesi dari darah domba itu pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.

Bagi yang tidak bertanda maka akan menerima tulah kesepuluh dari Allah.

Malam itu diperingati secara turun temurun sabagai Paskah Yahudi yang artinya, “Tuhan lewat.”

Pesan hari ini

Menurut Tuhan Yesus, percuma saja beribadah dan melaksanakan aturan-aturan agama tapi tidak memiliki kasih kepada sesama.

Mengasihi Allah yang tak bisa dilihat, dengan cara mengasihi ciptaan-Nya yang bisa dilihat.

“Mereka yang selalu berlutut menghadap Tuhan, seharusnya mampu mengasihi orang lain. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here