Keterampilan Menulis, Bekal Penting untuk Seminaris St. Yosep Tarakan Keuskupan Tanjung Selor

0
131 views
Angel Li, penggiat karya misi dari Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia memberi program keterampilan menulis untuk para seminaris di Seminari Menengah Santo Yosep Tarakan, Kaltara. (Romo Save)

KEGIATAN ini dilakukan untuk pembekalan keterampilan menulis bagi para seminaris yang kini tengah belajar di Seminari Menengah St. Yosep Tarakan, Keuskupan Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara).

Yang ingin dicapai adalah kemampuan bisa menulis refleksi, berita kegiatan dan artikel opini.

Kegiatan ini diampu oleh Angel Li, aktivis karya misi dari Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia (KKI) Jakarta. Hari Minggu 15 Januari 2023, Angel melanjutkan kegiatan latihan menulis. Sesi siang berisi program mengajari para seminaris cara menulis artikel dan berita kegiatan.

Sejak Sabtu 14 Januari, para seminaris mengikuti pembekalan latihan menulis. Latihan ini merupakan satu bagian pembinaan aspek intelektual para seminaris.

Program pelatihan keterampilan menulis diampu oleh Angel Li, penggiat karya misi Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia di Seminari Menengah St. Yosep Tarakan, Keuskupan Tanjung Selor, Kaltara. (Romo Save Pr)

Doa Paus Fransiskus

Angel mengawalinya dengan membacakan doa Paus Fransiskus bagi para jurnalis. Doanya berbunyi demikian, “Tuhan, ajari kami untuk keluar dari diri kami sendiri; berangkat dalam pencarian kebenaran. Ajari kami pergi dan melihat. Ajari kami mendengarkan; tidak menumbuhkan prasangka; tidak terburu-buru menarik kesimpulan…”

Doa ini pernah dimuat di Majalah Duta edisi terbit 25 Mei 2021 versi online.

Di situ Paus Fransiskus merujuk beberapa poin penting. Antara lain keluar dari diri sendiri, mencari kebenaran, pergi dan melihat, mendengarkan, tidak menumbuhkan prasangka, tidak terburu-buru menarik kesimpulan.

Poin-poin penting tersebut kiranya menjadi perhatian para jurnalis dan juga para seminaris yang berminat dalam bidang jurnalistik. Hal itu ditegaskan oleh Angel kepada para seminaris.

Setelah itu, ia menjelaskan bagaimana cara membuat berita dan caption-nya. Penjelasannya sederhana dan mudah dipahami oleh seminaris.

Hal itu tampak dari hasil tugas yang dikerjakan oleh beberapa seminaris dan hasilnya baik, meskipun belum semua seminaris berhasil mengerjakan tugas dengan baik.

Sebab ada beberapa siswa yang belum bisa membuat judul berita dan caption-nya hingga selesai sesi tersebut.

Para seminaris serius mengerjakan tugas dari Mbak Angel, sementara Mbak Angel membacakan tugas yang telah dibuat oleh salah seorang seminaris.

Saat memberikan pembekalan yang berangsung dua hari tersebut, Angel tiada hentinya mendorong para seminaris dengan kata-kata motivasi. Yakni, jangan takut salah ketika menulis, karena seorang profesor juga seorang pemula.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here