Ketika Gagal Menerima Tuhan

0
162 views
Gagal Menerima Tuhan. (Ist)

Bacaan 1: Why 5:1 – 10
Injil: Luk 19:41 – 41

BAGI yang pernah merasa jatuh cinta namun ternyata bertepuk sebelah tangan, tentu sangat menyakitkan. Namun meski demikian, akankah hal itu menghentikan cintamu?

Atau sejatinya kamu juga bisa menyatakan cintamu dengan bentuk lain meski tak harus memilikinya lagi. Ditolak cinta memang tidak seharusnya meruntuhkan duniamu.

Allah begitu mencintai dan mengasihi manusia, hingga Dia rela menyerahkan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus dosa manusia agar umat-Nya kembali kepada-Nya.

Dua kali Tuhan Yesus tercatat menangis dalam Alkitab, pertama saat tahu bahwa Lazarus orang yang dikasihi-Nya meninggal. Kedua adalah dalam bacaan hari ini, saat Ia melihat kenyataan bahwa Yerusalem telah menolak cinta-Nya.

Kedegilan hati bangsa Israel telah menutup mata hati untuk menerima kasih Allah yang ingin menyelamatkan.

Kata-Nya, “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.”

Tuhan menubuatkan kehancuran Yerusalem oleh Roma pada tahun 70. Kehancuran yang sama saat kota itu tidak mau mendengarkan Yeremia dan nabi-nabi lain. Pada kesempatan ini, mereka binasa dan hancur rata tanah temboknya, karena gagal menerima Tuhan.

Bacaan Wahyu menggambarkan hal yang sebaliknya, yaitu Sang Pemenang Anak Domba, Tuhan Yesus Kristus. Ia telah disembelih untuk membeli kita, umat-Nya. Hanya Anak Domba sajalah yang mampu membuka “Gulungan Kitab” yang telah dimeteraikan itu.

Kemenangan yang telah direbut melalui kematian dan kebangkitan-Nya, akan menjadikan umat-Nya hidup sebagai raja dan imam bagi Allah.

Pesan hari ini

Tuhan Yesus meratapi kebutaan hati Yerusalem, terhadap rencana keselamatan Allah. Mereka gagal menerima Tuhan, sehingga binasa dan hancur tak bersisa lagi.

Lewat kemenangan-Nya dalam kematian dan kebangkitan, Tuhan Yesus Sang Anak Domba telah menebus lunas saya dan kamu. Dia akan menjadikan hidup kita sebagai raja.

Perasaan seseorang adalah hal abstrak yang tidak bisa dikendalikan. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here