Ketika Iman Seakan Menyerah

0
313 views

Bacaan 1: Am 3:1-8; 4:11-12
Injil: Mat 8:23-27

SUATU ketika perusahaan di mana saya bekerja “collapse” dan tidak melanjutkan bisnisnya. Ini berarti hampir semua karyawannya diberhentikan dan saya sebagai orang terakhir yang berhenti.

Sekitar enam bulan saya hidup tanpa penghasilan dan menghidupi rumahtangga dari apa yang kami punyai termasuk usaha kecil-kecilan yang tidak mencukupi.

Lalu saya mendapatkan sebuah proyek yang menantang. Namun lagi-lagi, saya hanya dibayar 25% dari nilai yang seharusnya.

Bagi saya ini adalah badai gelombang hidup yang harus saya lalui, meski saya takut.

Kadang mempertanyakan kenapa “Tuhan seolah tidur nyenyak sekali”.

Apa yang dialami, kadang bisa menyesatkan dan membuat sirna asa yang diharapkan, karena bimbang dan ragu. Saat asamu meredup, maka keyakinan akan binasa menjadi tinggi.

Dalam hal demikian, iman seseorang bisa menyerah dan takluk pada pencobaan karena putus asa.

Sama seperti para murid yang ketakutan saat perahu mereka dilanda badai. Secara manusiawi saya pun takut saat badai gelombang dalam hidup menerpa kehidupanku.

Namun saya tetap berusaha tegar karena “ada Tuhan dalam bahteraku, meski Ia seolah tidur.”

Maka saya pun berbuat hal sama dengan para murid, yaitu “membangunkan Yesus yang tidur di kamar belakang”.

Tujuan saya jelas, Tuhan yang memiliki kuasa atas alam, akan meredakan badai gelombang yang sedang menghantam bahteraku.

Kudengar dengan jelas, Tuhan menghardikku:

“Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?”

Aku berusaha menutup telinga, yang penting Tuhan mau meredakan badai gelombang hidupku. Dan usahaku berhasil, Tuhan bangun dan menghardik angin danau itu.

Maka “danau kehidupanku” itu menjadi teduh sekali.

Sebagai “Bangsa Terpilih”, Israel kuno merasa sombong dan yakin bahwa Tuhan tidak akan menghukum mereka, meski telah berselingkuh kepada berhala.

Hukuman yang akan diterima Israel adalah akibat kegagalan mereka memenuhi bagiannya dalam “keterpilihan itu”.

Mereka mengabaikan nubuat nabi Amos tentang kemurkaan Allah terhadap mereka, sebab yakin bahwa Allah tetap menyelamatkan mereka.

Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.

Maka percayalah pada sabda Tuhan.

Pesan hari ini

Sekalipun dunia ini kiamat, percayalah bahwa iman Kristus-lah jawabannya.

“Gusti mboten sare”, jangan menyerah iman. Ia senantiasa menyertai dalam bahtera kehidupanmu maka percayalah semuanya akan baik-baik saja.

“Sebuah tantangan merupakan modal terbesar untuk meraih kesuksesan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here