Kiong Koe Berkicau: Pertobatan

0
140 views
Ilustrasi -- Pertobatan (Ist)

Luk 13:1-9

Pandemi Covid-19 masih saja berlangsung sampai di penghujung tahun 2020. Efeknya, terhadap kehidupan manusia sangat mematikan. Perekonomian terseok-seok, bahkan ada yang lumpuh.

Pendidikan tatap muka ikut mati. Relasi manusia retak karena di buat jarak.

Dunia politik juga ikut terombang ambing. Sepertinya, wabah ini menuntut manusia untuk beradaptasi dengan dunia ini secara baru.

Asumsi-asumsi ahli dan pengamat dadakan pun berseliweran di sana sini. Namun, hampir semua itu, tidak ada satu pun yang mampu meyakinkan dan memuaskan banyak pihak.

Publik seperti masuk dalam dunia ketidakpastian.

Dari potret situasi adanya wabah ini, cuma ada dua kepastian.

Pertama, manusia terpapar virus dan yang kedua manusia berhadapan dengan kematian.

Kalau ada yang bilang, “supaya tidak terpapar, pakailah masker, jaga jarak, sering-sering cuci tangan, istirahat yang cukup dan makanan yang sehat”.

Ini semua adalah anjuran dadakan ketika semua pihak sedang masuk dalam dunia kebingungan. Namun, perlu disadari bahwa bentengan yang kita buat itu tidak berarti kuat dan tahan dari bidikan kedua musuh tadi.

Cepat atau lambat kita akan disergap, bisa jadi tidak melalui virus corona, tetapi melalui virus yang lain. Virus yang satu bisa lolos tetapi virus yang lain belum tentu.

Akhirnya, toh kita mati juga.

Sebelum ajal menjemput kita, pesan bernas dari Tuhan Yesus bilang, “Kalau kamu tidak bertobat, kamu akan binasa seperti mayat-mayat yang digerogoti oleh virus itu”.

Oleh karena itu, wabah ini sangat mungkin digunakan oleh Allah buat mendidik kita supaya segera bertobat.

Bila saat ini, masih ada diantara kita bangga karena tidak terpapar virus dan masih betah dan masih bertahan hidup, jangan kelewat happy dulu.

Ingat ilustrasi Tuhan Yesus soal pohon Ara itu, “Kalau hari ini, besok, minggu depan, bulan yang akan datang dan tahun yang baru, pohon Ara itu tidak kunjung berbuah, maka si Tuan yang punya pohon Ara itu akan menumbangkanya.

Kata-Nya, “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api” (Luk 3:9).

Dan Tuhan Yesus punya banyak cara untuk menumbangkan hidup kita. Salah satunya adalah melalui virus corona.

Renungan: Kita sebagai “pohon Ara-Nya”, mau berbuah atau mau ditebang. Mau berbuah atau mau berulah?

Tuhan memberkati.

Apau Kayan, 24.10.2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here