Kisah Ayam 1–Gallina: Tak Mau Kau Berlindung di Bawah Sayapku

0
127 views
Ilustrasi - Induk ayam. (Ist)

Petok… Petook… Petoook…

Si Gallina terus berkotek tanpa henti. Menoleh ke segala penjuru taman, ia memanggil ke dua belas ekor anaknya. Seolah-olah panggilannya hilang di telan angin lalu.

Anak-anaknya tidak ada yang mendekat.

“Aduh, bagaimana ini? Aku lihat si elang sudah berputar-putar. Matanya tajam menyapu seluruh taman. Pasti tidak ada sejengkal pun yang dilewatkan.

Di sudut timur, ada Si Gala. Mulutnya sudah menganga dan air liur terus menetes. Di pojok barat, Si Ludak terus mendesis,” keluhnya.

Seolah tidak memperhatikan bahaya yang mengancam, ke dua belas anak Gallina terus bermain di sela-sela dahan bunga dan pohon jaitun.

“Ayo, aku di sini. Temukan aku, kalau bisa,” teriak si sulung.

“Curang kamu. Aku sudah menemukanmu, tapi kamu tak mau ganti jaga pos,” teriak yang keenam.

Semua bersenang-senang. Lupa akan bahaya.

“Nak, di mana kalian? Ayo, cepat ke sini. Semua berhenti bermain. Bahaya datang. Kita sudah terkepung,” teriak si induk ayam.

“Ah, Ibu selalu mengganggu kami. Biarkan saja. Kami lagi main. Jangan ganggu. Kami akan baik-baik saja,” teriak si bungsu.

“Cepat ke sini. Ke tempat ibu. Si Lang-lang, elang, makin dekat. Si Gala, serigala, terus merunduk. Si Ludak, beludak, terus mendesis. Cepat.”

“Ya, sebentar lagi, ibu. Ini hampir selesai,” teriak mereka.

“Bergegaslah, nak. Tak ada waktu lagi,” teriak Si Gallina dengan suara makin parau dan lirih.

Air mata mulai menetes satu, satu, satu dari pelupuk mata. O, mores. O, tempora.

“Nak, mengapa kalian sulit sekali kuajak berlindung? Akan sulit lepas dari cengkeraman Si Lang-lang. Ia menjeratmu dengan kekayaan dan penghisapan tanpa batas. Si Gala akan memberimu kenikmatan dan pesta pora. Dan Si Ludak menawarkan pesona kuasa seperti Allah.”

Dan kusaksikan, nun jauh di tengah kota Yerusalem, Sahabatku meneteskan air mata. Kesedihan hati yang sangat lembut terdengar lirih.    

“Yerusalem, Yerusalem. Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”

Ierusalem, Ierusalem, quotiens volui congregare filios tuos, quemadmodum gallina congregat pullos suos sub alas, et noluistis.

29.03.2021. bm-1982. ac eko wahyono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here