Kitab Suci Bukan Buku Pengetahuan, tapi Buku Iman

0
277 views
Tunas tumbuh.

Bacaan 1: Ibr 10:32 – 39
Injil: Mrk 4:26 – 34

SAAT menulis renungan ini, saya sedang berada di Morowali Utara meninjau sebuah tambang nikel. Perusahaan ini akan meningkatkan kegiatannya, mengolah bijih nikel dengan membangun smelter.

Seperti diketahui nikel punya peranan penting dalam kehidupan manusia. Bijih itu diolah menjadi: barang stainless steel (sendok, garpu), campuran besi baja dan rangka otomotif, baterei isi ulang dan masih banyak lagi.

Selama ini kita hanya tahu produk jadi dari bahan baku nikel tersebut tanpa tahu bagaimana prosesnya.

Segala sesuatu pasti ada prosesnya, namun apakah penting kita harus tahu?

Kitab Suci bukanlah buku pengetahuan namun buku iman. Kitab Suci sebagai salah satu buku tempat umat belajar iman selain dari Tradisi dan Magisterium.

Jadi ga perlu kita menyelidiki atau memahami setiap hal termasuk perumpamaan tentang biji sesawi dalam perumpamaan hari ini.

Ga perlu dicari padanannya dalam ilmu pengetahuan sebab hanya akan frustasi saja mencarinya.

Dikatakan bahwa biji sesawi itu setelah ditabur mengeluarkan tunas, tumbuh, bertangkai, berbulir dan akhirnya berbuah. Adakah yang tahu proses ini? Dan perlukah kita tahu atau selidiki?

Ketidaktahuan ini justru menjadikan misteri ilahi yang hadir dalam proses tersebut.

Ketika Tuhan Yesus memulai karya-Nya di Galilea, Dia memanggil murid-murid-Nya justru dari orang-orang sederhana.

Namun pada akhirnya, merekalah yang membantu Tuhan Yesus menghadirkan Kerajaan Allah di dunia. Sehingga banyak orang mengimani Tuhan Yesus.

Disitulah misteri ilahi berperan dalam diri para murid.

Rasul Paulus dalam peneguhannya kepada jemaat Ibrani mengingatkan agar tetap teguh dalam iman. Tidak mudah mereka memperoleh iman Kristiani.

Berbagai perjuangan dalam penderitaan dan penganiayaan telah dilalui, dihina, dicerca, harta dirampas dan sebagainya.

Mengingat semua itu, Rasul Paulus meneguhkan agar jangan murtad. Akhir jaman serta penghakiman akhir sudah dekat dan Allah hanya berkenan kepada mereka yang tetap teguh dalam iman.

Pesan hari ini

Segala proses yang tidak diketahui namun bisa kita rasakan hasilnya, biarlah menjadi misteri ilahi.

Biji sesawi meski paling kecil, namun saat menjadi pohon mampu memberi tempat bagi burung untuk bersarang.

Mari hidup menjadi berkat bagi orang lain dan jangan murtad, sebab Tuhan tidak suka.

“Apa yang kamu tanam itulah yang akan kamu panen. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here