Koleksi Museum Katedral Jakarta (3)

0
1,857 views
SELAINbeberapa benda sakrilegi, Museum Katedral Jakarta yang dibangun almarhum Romo R. Kurris SJ juga menyimpan sejumlah teks doa berbahasa Latin. Teks-teks ini masih dipakai sebagai sebagai “baha doa” dalam tata upacara ekaristi di Gereja Katedral sampai tahun 1965, ketika misa masih menggunakan bahasa resmi Latin dan imam berdiri membelakangi umat.Lainnya lagi adalah sibori buatan tahun 1956 dan satu lainnya buatan tanggal 1 November 1965.

Juga sebuah piala dengan hiasan 6 gambar orang kudus di “kaki” piala itu yakni
St. Aloysius Gonzaga, St. Petrus, St. Ignatius de Loyola,  St. Fransiskus Xaverius, St. Yohanes de Britto, dan Yesus yang tersalib.

Mendiang Romo Martinus Sunarwidjaja SJ yang pernah menjadi pastur kepala Gereja Paroki Katedral setelah periode masa bakti Romo Kurris SJ berakhir juga menyumbangkan monstrans. Sebuah monstrans lain menggambarkan 6 gambar santo-santa pada kakinya serta relief malaikat dan orang kudus yakni  St. Ignatius, St. Vincentius, St. Laurentius, St. Carolus Borromeus, St. Comelius, dan St. Elizabeth

Musem Katedral Jakarta juga menyimpan berbagai kasula, termasuk kasula lima warna model kuno. Museum juga mengoleksi

kasula tiga rangkap yang tempo dulu dipakai oleh uskup dalam Misa Pontifikal sebagai lambang dari pangkat selaku diakon, imam dan uskup. Jangan lupa pula di situ juga tersimpan mitra atau “topi uskup” dari Mgr. Willekens SJ yang berhias simbol keuskupan dan mitra Paus Paulus VI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here