Kolese St. Stanislaus Novisiat SJ Girisonta: Tiga Frater Baru Jesuit Ucapkan Kaul Pertama

0
233 views
Tiga Novis mengucapkan kaul pertamanya dalam Serikat Jesus di Kapel Besar Kolese St. Stanislaus Girisonta, 24 Juni 2020. (Kolese St. Stanislaus Girisonta)

NAMA ketiga Frater Jesuit yang baru saja mengucapkan kaul pertamanya dalam Serikat Jesus (SJ) di Kolese St. Stanislaus Novisiat SJ Girisonta adalah:

  • Fr. Agustinus Lanang Panji Cahyo SJ.
  • Fr. Klaus Heinrich Raditio SJ.
  • Fr. Leonardo Ardhani Escriva Pamungkas SJ.

Mereka bertiga telah mengucapkan kaul pertamanya sebagai Jesuit di Kapel Besar Kolese St. Stanislaus Girsonta pada hari Rabu, tanggal 24 Juni 2020 lalu.

Kaul pertama ketiga frater Jesuit baru itu dilakukan di hadapan tiga formator mereka. Yakni,

  • Rektor Kolese St. Stanislaus Romo Yumartana SJ.
  • Magister Novis Romo Agustinus Setyodarmono SJ
  • Socius Magister Novis Romo Yulius Eko Sulistyo SJ.

Dalam tradisi Ordo Serikat Jesus, para Novis yang sudah menyelesaikan pendidikan dasarnya sebagai calon Jesuit diperkenankan menjadi anggota Serikat Jesus melalui pengucapan kaul pertama.

Kaul pertama ini sifatnya kekal. Selanjutnya,mereka akan melanjutkan tahapan pembinaan selanjutnya dengan menjalani:

  • Studi filsafat (empat tahun);
  • Tahun Orientasi Kerasulan (biasanya dua tahun atau lebih sesuai kebutuhan);
  • Studi teologi (3-4 tahun);
  • Akhirnya Tertiat yang berlangsung selama sembilan bulan dan dilakukan setelah beberapa tahun pasca tahbisan imam.
  • Setelah itu barulah mereka ini akan melakukan Kaul Terakhir.

Latihan Rohani menjadi semangatnya

Homili Rektor Kolese St. Stanislaus Romo Yumartana SJ menyinggung soal Latihan Rohani sebagai semangat dasar para frater Jesuit dan semua Jesuit lainnya.

“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku,” demikian Romo Yumartana SJ mengutip bacaan Injil pada hari itu.

Lalu ia menjawab sendiri atas pertanyaan itu: Latihan Rohani.

Latihan Rohani itu pula yang telah mempersatukan Ignatius de Loyola dengan teman-temannya sehingga mereka semua sepakat ingin mengabdi Allah di bawah panji-Nya.

Kaul pertama tiga orang Novis usai mereka menyelesaikan pendidikan dan pembinaan dasar mereka sebagai calon Jesuit di Novisiat Girisonta. (Kolese St Stanislaus Girisonta)

Tiga tantangan hidup modern      

Romo Yumartana lalu mendeskripsikan tiga tantangan dunia modern bagi mereka yang ingin mengikuti Yesus. Yakni, narsisme, viktimisme, dan pesimisme.

“Ketiga hal itu perlu dihindari. Mengapa? Jangan-jangan kita tidak mengabdi Allah, justru hanya membawa ‘cermin’ (berpusat pada diri sendiri), melihat diriku sebagai korban dari kesalahan orang lain, dan selalu pesimis tanpa harapan dalam hidup ini,” kata imam Jesuit alumnus Seminari Mertoyudan tahun masuk 1981 ini.

Ref: www.jesuits.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here