Komisi Keluarga Kevikepan Surakarta: Sarasehan Keluarga yang Punya Anak Berkebutuhan Khusus

0
18 views
Mengumpulkan sejumlah orangtua yang punya anak berkebutuhan khusus untuk sebuah pertemuan pendampingan di Paroki Kleca Solo. (FX Juli Pramana)

KOMISI Keluarga Kevikepan Surakarta, hari Minggu, 7 April 2024 mengadakan “Sarasehan Keluarga yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)”. Berlangsung di Ruang Berthier Gereja Santo Paulus Paroki Kleco Solo.

Kegiatan ini diikuti oleh para orangtua bersama anak mereka. Jumlahnya 56 orang. Hadir mendampingi sarasehan Pendamping Komisi Keluarga Kevikepan Surakarta Romo Yoseph Aris Triyanto MSF beserta Tim Pendampingan keluarga. Terdiri dari para tenaga medis, terapis, psikolog, dan sukarelawan pemerhati anak-anak difabel.

Romo Yoseph Aris Triyanto MSF menyampaikan Komisi Keluarga Kevikepan Surakarta memberi pendampingan pada keluarga yang memiliki ABK. Pastoral pelayanan bagi kelompok KLMTD -terutama yang difabel- dapat dilakukan melalui misa khusus, kunjungan pastoral bagi keluarga, pembentukan kelompok kategorial khusus difabel, pendampingan secara berkala dan kontinyu yang melibatkan banyak pihak serta pemberian sakramen. Harapannya mereka menyadari sebagai umat Gereja yang diselamatkan.

Komisi Keluarga Kevikepan Surakarta: Sarasehan Keluarga yang Punya Anak Berkebutuhan Khusus. (Ist)

Setiap orang diciptakan berbeda

Difabel merupakan kependekan dari kata different abilities people. Penyandang difabel adalah individu-individu dengan kemampuan yang berbeda. Kata “difabel” bertujuan mengingatkan bahwa setiap orang diciptakan berbeda termasuk dalam kemampuannya masing-masing.

Pada sebagian kaum difabel mereka mendapatkan kemampuan tersebut sejak lahir (difabel bawaan). Ada yang sudah difabel sejak dalam kandungan ibunya, namun baru tampak ketika berusia tertentu.

Beberapa kasus menjadikan seseorang difabel dikarenakan mengalami suatu peristiwa tertentu. Secara luas karakteristik penyandang difabel terbagi dalam kategori fisik dan psikis. Penyandang difabel atau mengalami disabilitas termasuk di antaranya disabilitas intelektual, disabilitas rungu, disabilitas wicara, disabilitas netra, disabilitas mental, disabilitas laras, disabilitas ganda, disabilitas fisik dan autis.

Pastor Pendamping Komisi Keluarga Kevikepan Surakarta Romo Yoseph Aris Triyanto MSF. (FX Juli Pramana)

Tujuan sarasehan
Romo Yoseph Aris Triyanto MSF menyampaikan, tujuan diadakan sarasehan adalah mendampingi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Sarasehan menjadi sarana untuk berbagi pengalaman, cerita dan belajar bersama dalam mendampingi putera dan puterinya.

Selain itu, Komisi Keluarga mewujudkan pastoral Gereja dalam pendampingan rohani, sosial dan psikologis sekaligus medis bagi tujuan pendampingan difabel yang termasuk dalam pelayanan KLMTD (Kecil Lemah Miskin Tersingkir dan Difabel.

“Kami ingin meneguhkan keluarga-keluarga bahwa anak merupakan anugerah Tuhan. Anugerah itu tetap kita syukuri meskipun dengan cara yang berbeda. Kita ingin membentuk komunitas yang saling meneguhkan, bersahabat dan berjalan bersama untuk mendampingi anak-anak termasuk pendampingan rohani,” kata Romo Aris.

“Jika beberapa tahun lalu Kevikepan Surakarta mengadakan kegiatan rohani memberikan sakramen inisiasi pada anak-anak difabel, besok tanggal 14 April 2024 kita akan mengadakan Misa Paskah untuk keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus”, ungkap romo.

Mengumpulkan sejumlah orangtuaq yang punya anak berkebutuhan khusus untuk sebuah pertemuan pendampingan di Paroki Kleca Solo. (FX Juli Pramana)

“Kegiatan ini merupakan langkah untuk memberikan dukungan (sustaining), membimbing (guiding) dan mendamaikan (reconciling) pada orangtua bahwa sebagai umat mereka dilayani dengan cara yang sama sehingga pada saatnya anak-anak mereka siap menerima pelayanan sakramen -bagi yang memenuhi ketentuan Gereja- bisa diberikan,” kata Romo Aris.

Kelompok syering

Pada saat sarasehan orang tua diberi kesempatan untuk syering dalam kelompok. Anak-anak didampingi oleh terapis dan pendamping untuk mendapatkan pendampingan khusus.

  • Materi untuk syering orangtua.
  • Mohon disyeringkan tantangan perasaan dan pengalaman dalam mendampingi anak ABK.
  • Kelebihan apa yang dimiliki anak anda dan pengalaman indah apa yang pernah dialami.
  • Apa harapan anda pada Komisi Keluarga dalam membantu anak ABK.

Pendampingan berkelanjutan
Menurut Gus Miing, pendamping sarasehan, menyampaikan kegiatan pendampingan bagi keluarga yang memiliki kebutuhan khusus akan ditindaklanjuti dengan membentuk komunitas orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Selain itu, diberikan kesempatan untuk konseling keluarga, adanya pendampingan saat mengikuti perayaan ekaristi bersama umat bagi keluarga sehingga keluarga bisa lebih “khidmat”.

Orangtua bisa mengikuti perayaan tanpa terganggu dengan sikap anaknya yang ikut perayaan, karena terapis dan sukarelawan akan mendampingi serta akan diadakan pertemuan berkala yang akan ditetapkan waktunya.

Umat Gereja St. Paulus Paroki Kleca Solo berdiskusi bersama tentang bagaimana keluarga bisa mendidik dan mendampingi anak berketubuhan khusus. (FX Juli Pramana)

Membagi buku
Pada saat sarasehan pendamping anak berkebutuhan khusus autis membagi dua buku berjudul Anak Autis Sahabat Kita Semua dan buku berjudul Anak Autis Mampu Mandiri Sehari-hari. Selain itu, juga berharap peserta sarasehan senantiasa optimis dengan pendampingan anak-anak akan berkembang dengan baik.

Kesan positif
Salah satu kesan disampaikan Adi berkaitan sarasehan ini. Mahasiswa UNS ini melakukan penelitian tentang anak berkebutuhan khusus. Menurut dia, kegiatan ini sangat positif dan menjadi sarana saling berbagi pengalaman pendampingan dan meneguhkan adanya persahabatan di antara mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here