Komunitas Belarasa

0
462 views
Ilustrasi - Belarasa. (Ist)

Renungan Harian
Rabu, 7 Juli 2021
 
Bacaan I: Kej. 41: 55-57; 42: 5-7a. 17-24a.
Injil: Mat. 10: 1-7
 
BEBERAPA
hari lalu, di grup whatsapp teman-teman alumni seminari Mertoyudan, ada yang menyampaikan berita bahwa ada seorang ibu dengan anak-anak yang terpapar Covid-19 dan harus isolasi mandiri.

Namun ibu itu belum dapat perhatian dari pemerintah setempat dan keadaannya cukup memprihatinkan.

Berita yang diunggah oleh seorang teman itu segera mendapatkan tanggapan dari teman-teman untuk membantu keluarga tersebut agar kebutuhannya selama isolasi mandiri dapat terpenuhi. Selain itu ada yang mengusahakan untuk melaporkan ke lingkungan setempat agar mendapatkan bantuan pemerintah.

Beberapa saat kemudian teman mengunggah bahwa bantuan sudah disampaikan dan beberapa hari kemudian bantuan dari pemerintah didapatkannya.
 
Pengalaman lain terjadi juga di grup whatsapp teman-teman Paguyuban Sesawi. Ketika ada keluarga yang mengalami kesulitan karena harus isolasi mandiri sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan harian, teman-teman segera menawarkan bentuk perhatian.

Banyak teman yang dengan segera menyediakan diri untuk membantu, bahkan dibuatkan daftar agar setiap hari ada yang menyediakan bantuan.

Ada teman yang menyediakan diri untuk menjadi penghubung dan juga ada yang selalu mengontak untuk memantau kondisi dan memberikan peneguhan.
 
Sungguh karya yang luar biasa. Bukan hanya soal bantuan, tetapi lebih dari itu keterbukaan dan kemurahan hati yang mengalir sehingga menjadi mudah digerakkan oleh belas kasih.

Kiranya dua komunitas yang saya sebut hanyalah sedikit dari banyak komunitas maupun pribadi yang melakukan hal yang sama atau lebih.

Intinya adalah adanya gerak-gerakan belas kasih yang mengalir dan berlimpah. Apa yang dilakukan oleh teman-teman menjadi bentuk bunga harapan yang mekar di zaman yang penuh dengan memuja kepentingan sendiri.

Di tengah banyak orang yang mencari keuntungan dari situasi yang sulit ini, karya-karya belas kasih menawarkan cahaya pada dunia yang mulai remang-remang.
 
Melihat semua karya-karya ini menyadarkan saya, inilah salah satu cara baru mewartakan Kerajaan Allah di masa-masa sulit ini.

Membangun komunitas bela rasa agar banyak orang semakin terbantu sehingga mereka yang mengalami kesulitan tidak pernah kehilangan harapan.

Mewartakan Kerajaan Allah adalah mewartakan harapan, dan situasi sekarang ini mewartakan harapan melalui komunitas bela rasa menjadi kebutuhan mendesak dan bentuk pewartaan konkrit.
 
Sebagaimana sabda Tuhan hari ini, sejauh diwartakan dalam Injil Matius, Yesus menunjuk 12 orang yang kemudian kita kenal sebagai 12 rasul untuk mewartakan Kerajaan Allah. “Pergilah dan wartakanlah, Kerajaan Surga sudah dekat.”
 
Bagaimana dengan aku?

Adakah aku mudah tergerak oleh belas kasih?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here