Konser Musik Virtual untuk Perdamaian: Sangat Menyentuh Hati

1
256 views
Dua uskup dari Keuskupan Ruteng di NTT dan Keuskupan Breda di Belanda serta satu suster ikut terlibat dalam konser virtual "The Power of Hope" ini. (Ist)

LEBIH dari 3.500 pemirsa -semoga jumlahnya terus bertambah- telah menonton konser musik virtual dengan titel The Power of Hope. Telah naik tayang melalui Hidup TV tanggal 12 Maret 2022.

Kasih yang membawa harapan itulah yang menjadi tema dari konser itu. Juga kekuatan harapan mampu mendatangkan suasana kedamaian yang meliputi hati setiap orang yang rindu akan Dia Sang Raja Damai.

Peperangan yang terjadi di sebagian belahan dunia terutama di Ukraina telah melahirkan kerinduan dan harapan manusia akan kedamaian dan perdamaian. Juga akan belarasa dan ikatan persaudaraan di antara bangsa-bangsa.

Banyak orang berkehendak baik

“Siapa lagi yang mampu, selain Sang Raja Damai yang dapat menggerakkan hati manusia untuk merangkul saudara-saudarinya yang tertindas?

Melihat penderitaan dan tangisan para ibu dan anak-anak di wilayah peperangan dan pengungsian, Dia telah menggerakkan hati kami untuk berdoa.

Juga semua sahabat dalam Jaringan KKI Diaspora Sedunia dan Hope yang terlibat dalam persiapan konser The Power of Hope,” tutur Shirley H. Mandelli dari KKI Utara Italia menjawab Sesawi.Net, Senin pagi tanggal 14 Maret 2022.

“Melalui konser itu, kami telah melihat terutama kasih dari warga Katolik Indonesia yang bekerja tanpa lelah dan semangat berkobar.

Misalnya Ine Patah, ketua tim teknis Hope Home Virtual Concert di Belanda yang mengatur secara rapi dan apik video-video yang masuk supaya layak tayang. Banyak waktu diperlukan untuk mengerjakan itu semua sampai tengah malam pun dia masih bekerja.

Begitu pula, Ivana dari UK yang tetap setia meluangkan waktunya untuk menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris lirik lagu-lagu dan puisi supaya pemirsa dari luar Indonesia bisa ikut menyaksikan tanpa kendala bahasa,” lanjut Shirley.

Juga Sr. Kornelia POSC dari KKI Utara Italia. Dalam kesibukkannya mengurus anak-anak asuh komunitas mereka dari pagi sampai malam, namun ia dengan penuh kasih rela menyempatkan diri untuk menyanyi, membuat rekaman lagu Mi Rialzerai (You Raise Me Up) dengan suaranya yang begitu merdu dan indah didengar.

Termasuk bersama saudari-saudarinya yang berasal dari Flores yakni Sr. Emi dan Sr. Yosephin yang hadir melantukan Ave Maria Gratia Plena dalam bahasa latin.

Belum lagi para sahabat seperti Joseph Hardjana dan Wi-Fi Family Band bersama ketuanya Widianto dari KKI Paris yang memainkan dengan indah lagu Imagine (John Lennon) dan Where Have All the Flowers Gone.

Victor Fernandez dari KKI Meksiko mengirim isterinya tercinta membaca puisi. Lalu Pastor Wilhelmus Agato CMF dari Meksiko dan Pastor Ferry Indrianto SSCC dari Belgia menciptakan lagu-lagu untuk konser.

Harus juga menyebut Tri Sulistyowati dari USA yang menyanyikan lagu Everybody Hurt dan Sr. Elvira SSpS dari Belanda yang membawakan lagu Kepada-Mu Kuberdoa.

Pastor Baltasar Luken SVD dan Sr. Yoana dari Rusia ikut serta membagikan harapan dengan lagu Mother Mary dalam bahasa Rusia. Semuanya dikerjakan dengan kasih dan sukarela.

Dan masih banyak lagi sahabat di dalam Jaringan KKI Diaspora Sedunia yang ikut mengambil peranan seperti KKI Den Haag, KKI Amsterdam, Pastor Lukas Nurak OFMKonv dari Padua, dari Yerusalem, dan adik Claudia Fransisca dari Singapura.

Tidak ketinggalan dari tanah air Indonesia, San Jose Choir dari Kupang dan Komunitas CL Indonesia semua mengajak para pemirsa untuk terus berdoa kepada Tuhan untuk perdamaian.

Banyak orang berkehendak baik mau melibatkan diri.

Merespon ajakan Paus

Acara konser musik The Power of Hope diawali dengan seruan dan ajakan dari Paus Fransiskus agar semua pihak menghindari perang di Ukraina. Agar umat beriman terus berdoa bersama sekuat tenaga kepada Tuhan Sang Raja Damai supaya menjadikan kita alat dan cermin dari perdamaian-Nya.

Beberapa kesaksian dari suster-suster Kongregasi SSpS dari Ukraina serta Pastor Alexander Zelinsky dari Ukraina dan dari Gereja St. Chatarina Alexandria di Rusia juga ditampilkan.

Para pemirsa pun menerima berkat dari Tuhan melalui tangan-tangan dari para uskup yang hadir seperti Mgr. Siprianus Hormat dari Keuskupan Ruteng dan Mgr. J.W.M. Liesen dari Keuskupan Breda, Belanda.

“Konser kemarin itu sungguh merupakan wujud nyata dari motto Jaringan KKI Diaspora Sedunia ‘Dari Indonesia untuk Dunia”. Dengan kasih yang membawa harapan untuk semua orang terutama yang mengalami penderitaan karena perang.

Semoga doa-doa terus mengalir sampai perdamaian di Ukraina itu tercapai sebagaimana dikatakan sebagai intensi doa Paus Fransiskus,” demikian harapan Shirley.

Tautan konser bisa diakses di saluran YouTube:

1 COMMENT

  1. Subtitles in English only for the first song, while the rest in Indonesian for international audience ? The problem ais that not all pronounced in good English, except that when in Latin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here