Kotbah Imlek: Untung atau Malang, Siapa Tahu? Dalam Kristus, Adanya Untung

0
1,801 views
Ilustrasi - Yesus menyembuhkan anak Yairus. (Ist)

1 Februari 2022.

Bacaan:

  • 2 Sam. 18:9-10.30-19:3;
  • Mrk. 5:21-43

IMLEK sebagai pesta awal tahun selalu diisi dengan harapan dan berkat.

Berkat dikaitkan dengan rezeki dan keuntungan. Dengan demikian, jantung kehidupan adalah uang, rezeki, dan untung.

Tradisi Tahun Baru Imlek penuh dengan simbol-simbol yang mengungkapkan harapan tentang untung. Misalnya:

  • Jangan menyapu rumah, agar rezeki tidak hilang.
  • Sembahyang memakai makanan yang manis-manis:supaya hidup jadi manis.
  • Bibir Dewa Dapur diolesi madu, supaya lapor yang baik-baik saja.
  • Selalu ada semangka dalam persembahan, karena di surga, semangka jarang.
  • Pasang mercon untuk mengusir roh-roh jahat supaya tidak mengganggu, dll.

Pusat hidup di dalam tradisi yakni rezeki, untung, uang, “KKN” menyuap para dewa itu boleh dan dianggap wajar. Karena yang penting manusia peroleh sejahtera.

Perempuan anak Yairus

Bagaimana dengan Injil hari ini?

Kita belajar tentang iman yang kuat dari perempuan yang disembuhkan dan dari Yairus, ayah anak yang sekarat itu. Perempuan itu sudah 12 tahun sakit leleh darah.

Ia bukan hanya sakit secara fisik, tapi badannya juga jadi najis selama itu mengalami sakit. Ia tidak bisa berdoa dan tidak boleh berhubungan dengan orang lain, karena najisnya.

Namun, ada kemauan kuat dia ingin dapat berlutut di depan Yesus dan mohon disembuhkan. Tapi ia takut, karena dia najis.

Namun ia tak pedlu. Dengan iman besar, ia menelungkupkan badannya agar bisa menyentuh jumbai jubah Yesus.

Yang terjadi demikian, ia bukan hanya sembuh. Tetapi dinyatakan beriman dan dimaklumkan di depan umum, dia sudah tidak najis lagi. Karena telah sembuh dari penyakit menahunnya.

Yairus adalah seorang pemimpin sinagoga di Kaparnaum. Ia langsung tergesa-gesa datang dan bersujud di hadapan Yesus.

Guru langsung menjadi sasaran perdebatan di kalangan para imam dan orang Farisi. Lantaran, anaknya sakit dan hampir mati.

Sebagai ayah yang baik, Yairus tentu berharap agar Yesus berkenan segera datang menyambangi rumahnya dan menyembuhkan anaknya.

Tapi hatinya tersayat-sayat, melihat Yesus tidak berhenti melayani orang yang tengah berkonsultasi sambil jalan.

Apalagi waktu berhenti, Yesus secara blak-blakan mencari-cari siapa orang yang diam-diam telah menyentuh jubahnya-Nya.

Akhirnya yang dia takutkan benar-benar terjadi. Anaknya mulai sekarat mau mati. Orang menyalahkan Yesus. Yang pasti, Yairus tidak perlu merepotkan Guru lagi. Logis, kalau Yairus kecewa dann sakit hati.

Tetapi Yesus menegaskan: “Jangan takut. Percaya saja.”

Yairus meneguhkan hatinya. Dia lalu mengantar Yesus ke rumah. Dan … anaknya kembali hidup normal dan sehat.

Perempuan itu mengalami aneka gejolak letupan perasaan. Berharap, percaya, takut dan dipulihkan.

Yairus: berharap, cemas, putus asa, dan kecewa. Namun, juga mulai mau percaya, pasrah, dan berharap anaknya bisa kembali sehat normal dan hidup sempurna.

Bagi Yesus, setiap orang itu penting dan layak diberi waktu dan kesempatan.

Ilustrasi: Para petani tengah panen. (Mathias Hariyadi)

Kebijaksanaan dalam sebuah kisah

Ada sebuah cerita kuno di China tentang seorang petani yang hanya mempunyai seorang anak laki-laki untuk membantunya di ladang. Mereka mengerjakan ladang itu memakai seekor kuda.

Suatu ketika, kuda itu lepas dan lari ke gunung. Para tetangga datang dan mengungkapkan keprihatinan mereka.

Tetapi petani itu hanya menjawab: “Apa itu untung, apa itu malang, siapa tahu?”

Kemudian kuda itu kembali dengan sekawanan kuda liar. Segera petani dan anaknya menangkap kuda-kuda itu. Tetangga yang baik datang untuk memberi selamat.

Sekali lagi petani itu menjawab: “Apa itu untung, apa itu malang, siapa tahu?”

Anak petani itu mencoba menjinakkan kuda-kuda itu, tetapi ia jatuh sehingga kakinya patah.

Ketika tetangga yang baik datang untuk berdukacita, ia sekali lagi menjawab: “Apa itu untung, apa itu malang, siapa tahu?”

Datanglah tentara untuk mengambil semua laki-laki muda yang masih sehat untuk wajib militer. Karena kakinya patah, anak laki-laki itu tidak dibawa.

Ini untung atau malang? Siapa tahu?

Saya tidak tahu, cerita ini dipengaruhi ajaran Buddhsime atau Taoisme, tetapi ada kebijaksanaan dalam cerita ini.

Jadi menghitung untung atau malang dalam setahun ini, tidaklah terlalu penting dalam cerita ini.

Yesus Membangkitkan Anak Yairus. (Ist)

Dalam Kristus, yang ada hanya untung

Dalam Kristus, kita tahu. Dalam Dia, hanya ada untung. Tidak harus untung berarti secara materi.

Perempuan itu telah dipulihkan dan dapat kembali bergaul dengan masyarakatnya. Yairus mendapat kehidupan kembali bagi anaknya.

Bahwa nama Yairus disebut dalam Injil Markus, artinya Yairus dikenal oleh umat di mana Markus menulis Injilnya.

Yairus menjadi pengikut Kristus, mungkin sampai di Roma.

Seandainya kita tidak untung secara material, ratapan Daud atas kematian Absalom melukiskan kedukaan Allah atas kemalangan kita karena dosa-dosa kita.

Kasih Allah tidak merelakan kita menderita dan mati dalam dosa.

Allah datang memberi pengampunan dan penebusan di dalam darah Yesus dan menawari keselamatan dan damai di dalam kebangkitan Kristus.

Jadi, dalam perayaan Tahun Baru ini, kita tidak hanya mensyukuri dan memohonkan rezeki dari tahun lalu dan untuk tahun mendatang.

Sebagai orang beriman dan murid Yesus, kita mensyukuri bahwa dalam untung dan malang, kita adalah murid Yesus.

Berani tinggalkan zona nyaman

Bacaan hari ini,menjadi pesan Tuhan bagi kita. Jangan egois. Caranya, keluar dari zona nyaman.

Caranya ya bertemu Yesus dan berbagi makna hidup dengan sesama.

Bagi orang yang percaya kepada Yesus Kristus, Paulus menulis kepada Umat di Filipi 1:21: Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Bahkan ia menyatakan di Fil 3:7-8: Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi, karena Kristus.

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.

Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.

Bagi orang Kristen, hidup di dalam Kristus itu tidak ada malang, adanya untung semua.

Karena apa pun yang kita lakukan dan kita alami, kita lihat dalam terang iman; jika kita menemukan bahwa kita berjalan bersama Tuhan, kita akan menemukan damai dalam segala sesuatu.

Xin Nian Kuai Le. Gong Xi Fa Cai. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here