KWI: Laporan Situasi Bencana NTT oleh Caritas Indonesia

0
205 views
Laporan situasi bencana NTT yang dirilis oleh Caritas Indonesia.

Latar belakang

Siklon Tropis Seroja yang memicu cuaca ekstrim di wilayah provinsi NTT sejak 3 April 2021 hingga saat ini telah menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor secara merata di 15 dari 21 kabupaten/kota di NTT.

Pemerintah menetapkan Status Tanggap Darurat 30 hari.

Surat Keputusan Pos Komando Tanggap Darurat akan disatukan dengan Surat Keputusan Tanggap Darurat dengan penambahan diktum dan lampiran berupa struktur organisasi.

Pada 6 April 2021 dilaporkan bahwa kondisi Kota Kupang, ibukota Provinsi NTT yang berada di Pulau Timor bagian barat, listrik padam, sinyal HP sulit, banyak pohon tumbang di jalan, banyak tiang papan iklan dan tiang kabel listrik yang tumbang di jalan, POM bensin banyak yang tidak beroperasi karena pohon ambruk sehingga menyebabkan antrian panjang pada pom bensin yang buka.

Banyak warga memilih tinggal di hotel yang memiliki genset untuk menggunakan listrik dan WiFi sehingga sulit mencari kamar hotel di Kota Kupang.

Akses dari Kota Kupang ke lokasi terdampak di Kab. Malaka melalui darat terputus sehingga harus menggunakan pesawat.

Di Kab. Flores Timur dan Kab. Lembata, akses laut belum bisa beroperasi karena gelombang tinggi sehingga harus menggunakan pesawat.

Saat ini, PLN telah diminta oleh pemerintah untuk memberikan prioritas khusus menyalakan jaringan listrik ke Kantor BPBD Provinsi NTT yang akan digunakan pemerintah sebagai Pos Komando.

Wilayah dan populasi terdampak

Hingga Rabu, 7 April 2021 pukul 11.00 WIB BNPB merilis informasi bahwa ada:

  • 124 orang meninggal dunia.
  • 131 orang luka-luka;
  • 74 orang hilang;
  • 2.186 KK/13.230 jiwa mengungsi dan 1.879 KK/4.465 jiwa terdampak.
  • Pendataan saat ini masih terus dilakukan. Rincian populasi terdampak sebagai berikut:

BNPB juga mencatat kerugian material pada infrastruktur yakni:

  • 688 unit rumah RB;
  • 272 unit rumah RS;
  • 154 unit rumah RR;
  • 1.962 unit rumah terdampak;
  • 24 fasum RB;
  • 82 fasum terdampak.
  • Rincian per kabupaten/kota sebagai berikut:

Respon Pemerintah

Sejak 6 April April 2021, Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanganan Bencana (Pusdalops) BNPB melakukan pendampingan aktivasi Pos Komando dan laporan harian terhadap Pusdalops BPBD Provinsi NTT.

Tim Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi berkoordinasi untuk pembagian tim yang akan bertugas ke 3 (tiga) kabupaten yakni Lembata, Flores Timur dan Malaka. Tim Deputi Penanganan Darurat bergerak ke Kabupaten Malaka.

Tim BPBD setempat melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Pembentukan Pos Komando Penanganan Darurat serta Penanganan Bencana.

Lokasi gudang logistik diputuskan di kantor BPBD Provinsi NTT.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT menyatakan bahwa tanggal 7 April 2021 akan disiapkan 1 (satu) unit pesawat ATR Garuda untuk melayani angkutan tim dan bantuan ke Lembata dan Maumere (tergantung kebutuhan).

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTT berencana untuk menyalurkan bantuan ke Adonara bersama tim dari Kementerian Tenaga Kerja.

Respon Caritas

Caritas Indonesia saat ini telah mengaktivasi Media Center Nasional berkolaborasi dengan Komisi KomSos KWI.

Caritas Indonesia sedang memproses pengiriman dana darurat kepada keuskupan terdampak sesuai dengan hasil kajian dan proposal yang dikirimkan oleh keuskupan terdampak.

Caritas Indonesia melakukan koordinasi intensif melalui sambungan telpon dan memberikan pendampingan teknis yang dibutuhkan oleh keuskupan dalam melakukan respon.

Caritas Indonesia tengah bersiap memberikan pendampingan kepada tim Caritas Keuskupan di wilayah terdampak untuk terlibat di dalam tim Join Need Assessment (JNA) dan Join Market Assessment (JMA) bersama anggota Humanitarian Forum Indonesia (HFI) lainnya.

Caritas Keuskupan di wilayah terdampak telah membuka Pos Layanan Tanggap Daruat, yakni:

Pos Layanan Tangap Darurat Caritas Keuskupan Larantuka berada di Jl. Mgr. Miguel Rangel No. 1-2, San Dominggo, Larantuka.

Caritas Keuskupan Larantuka telah melakukan koordinasi dengan wakil uskup di wilayah Dekenat Lembata dan Dekenat Adonara.

Tim relawan Caritas Larantuka juga membagikan makanan siap santap kepada penyintas. Paroki Kristus Raja, Waiwerang, Pulau Adonara, Kab. Flores Timur, Keuskupan Larantuka.

Caritas-PSE Keuskupan Agung Kupang menggerakkan solidaritas umat lintas paroki di dalam wilayah Keuskupan Agung Kupang untuk saling membantu menyediakan dapur umum, bahan pangan, makanan siap santap, air bersih dan pakaian kepada para penyintas di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Koordinasi Caritas-PSE Keuskupan Agung Kupang dilakukan oleh Direktur Caritas-PSE dari Pos Layanan Paroki Santo Simon Petrus, Tarus, Jl. Timor Raya, Noelbaki, Kupang Tengah, Kab. Kupang, Keuskupan Agung Kupang.

Pos Layanan Tanggap Darurat Caritas Keuskupan Atambua berada di Jl. Maromak Oan No. 1, Atambua berdampingan dengan Kantor CU Kasih Sejahtera Atambua.

Caritas Keuskupan Atambua telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Malaka untuk berbagi informasi dan data kajian cepat.

Caritas Keuskupan Atambua juga telah menerima mandate dari Uskup Atambua untuk memimpin respon tanggap darurat di wilayah keuskupan Atambua termasuk wilayah kabupaten Malaka.

Pos Layanan Tanggap Darurat Caritas Keuskupan Weetabula di Waingapu berada di  Jl. Gereja Paroki Sang Penebus, Wara, Jl. M.T. Haryono No. 21 RT. 21/RW. 21, Kelurahan Kemala Putih, Kecamatan Kota Waingapu, Sumba Timur.

Caritas Keuskupan Weetabula membuka pos layanan dapur umum di Paroki Sang Penebus, Kota Waingapu, Dapur umum ini berusaha melayani 3280 penyintas.

Kebutuhan mendesak saat ini

Kebutuhan umum: Air minum dan air bersih, bahan pangan, tim medis, obat-obatan, penerangan/genset, bahan bakar genset, perlengkapan dapur umum.

Kebutuhan khusus ibu hamil dan menyusui: nutrisi tambahan (biskuit dan susu), pembalut, sarung, masker, selimut, alat kebersihan diri, pakaian dalam, tikar/alas tidur.

Kebutuhan khusus balita: bubur bayi (usia 1-5 tahun), makanan, pendamping ASI, biskuit bayi, pakaian bayi, popok bayi, selimut bayi, minyak telon, kelambu bayi.

Kebutuhan khusus lansia: selimut dewasa, masker, minyak angin, minyak kayu putih, popok dewasa, sarung, tikar/alas tidur.

Koordinasi

Direktur Caritas Indonesia pada 6 April 2021 telah memimpin pertemuan koordinasi secara virtual dengan pimpinan dan perwakilan Caritas Internationalis Member Organisations (CIMOs in country) yang beroperasi di Indonesia pada pukul 16.30 WIB.

Hadir dalam pertemuan adalah Caritas Australia, CRS Indonesia, Caritas Germany (DCV) dan Caritas Italiana.

Direktur Caritas Indonesia pada 6 April 2021 telah memimpin pertemuan koordinasi secara virtual dengan para Direktur Caritas Keuskupan di wilayah terdampak dan Direktur Caritas-PSE Keuskupan se-Indonesia dihadiri oleh Komisi PSE KWI, Komisi Komsos KWI, Komisi KKP KWI, SGPP KWI dan LDD KAJ.

Beberapa kesimpulan dan kesepakatan pada pertemuan jaringan kedua ini adalah:

  1. Jumlah dana fundraising yang terhimpun di Caritas Indonesia sampai dengan 6 April 2021 disampaikan kepada seluruh peserta pertemuan koordinasi. Setiap hari Caritas Indonesia akan menyampaikan update jumlah dana terhimpun dari fundraising nasional.
  2. Caritas Indonesia akan memfasilitasi donasi logistik dan petugas logistik di masing-masing keuskupan terdampak. Sementara LDD KAJ akan menyediakan gudang logistik di Jakarta untuk membantu Caritas Indonesia memfasilitasi donasi logistik dan akan berkoordinasi dengan pihak TNI untuk teknis pengiriman ke lokasi terdampak.
  • Pada 7 April 2021, Caritas Indonesia akan berkoordinasi dengan Komisi PSE- KWI untuk pengiriman dana darurat nasional kepada keuskupan terdampak melalui Caritas-PSE Keuskupan sesuai dengan hasil kajian cepat yang dibuat oleh Caritas-PSE Keuskupan terdampak.
  • Caritas Indonesia berkolaborasi dengan Komisi KOMSOS KWI akan merilis berita respon tanggap darurat setiap hari pada pukul 18.00 WIB melalui kanal milik kedua lembaga.
  • Pertemuan Jaringan Caritas Indonesia selanjutnya akan dilaksanakan pada 7 April 2021 pukul 15.00 WIB untuk membahas tindak lanjut hasil pertemuan 6 April 2021.

Caritas Indonesia telah berkoordinasi dengan anggota Humanitarian Forum Indonesia (HFI).

Inisiasi bersama segera yang akan dilakukan dalam payung HFI adalah Join Need Assessment (JNA) dan Join Market Assessment (JMA) di wilayah terdampak. Jaringan Caritas Indonesia di wilayah terdampak berkomitmen untuk terlibat di dalam JNA dan JMA tersebut.

Caritas Keuskupan yang akan terlibat dalam JNA dan JMA bersama anggota HFI lainnya adalah Caritas-PSE Keuskupan Larantuka (Pulau  Flores), Caritas-PSE Keuskupan Atambua (Pulau Timor Barat) dan Caritas-PSE Keuskupan Weetabula (Pulau Sumba).

Komitmen dan kontribusi

Caritas Germany/DCV menyediakan dana tanggap darurat sejumlah 50.000 Euro untuk tanggap darurat di NTT.

Caritas Germany dan CRS Indonesia menyampaikan bahwa telah bermitra dengan Keuskupan Larantuka dalam program reguler DRR dan saat ini sedang melakukan realokasi anggaran program bersama Keuskupan Larantuka untuk mendukung tanggap darurat di desa dampingan yakni desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulu Mado, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here