Lahir Kembali

0
221 views
Ilustrasi: Perpisahan mengharukan usai pengumuman penetapan misionaris di kapel. (Sesawi.Net)

Senin, 12 April 2021

Bacaan I : Kis 4:23-31
Injil : Yohanes 3:1-8 

“LAIN ladang, lain belalang, lain lubuk, lain ikannya.”

“Di negeri itu, saya belajar banyak hal. Bahkan menurutku seluruh aspek kehidupanku,” kata seorang imam yang mendapat pengutusan di negara lain.

“Tentunya menyenangkan masuk wilayah baru dengan budaya yang berbeda dengan kita,” kata seorang frater.

“Memang awalnya terasa menyenangkan. Namun lama kelamaan, semua menuntut saya berubah dan dengan rendah hati mau belajar,” kata sang misionaris.

“Kesulitan terbesar apa yang paling dirasakan dalam penyesuaian dengan daerah baru?,” tanya frater yang lain.

“Ada mimpi dan harapan yang menjadi dorongan saya secara pribadi dalam hidup ini. Dan itu tidak serta merta bisa diperjuangkan di daerah baru,” jawabnya.

“Umat yang kita layani tentu punya harapan dan mimpi sendiri yang tidak bisa diabaikan begitu saja,” lanjutnya.

“Strategi apa supaya bisa menjembatani mimpi dan harapan yang ada?,” tanya frater.

“Kita harus lahir baru,” kata sang pastor misionaris.

“Bagai bayi yang lahir dari rahim ibu, yang senantiasa bersandar penuh pada kasih dan cinta orangtua. Demikian juga kita sepenuhnya menempatkan diri pada kasih Allah melalui umat yang kita layani,” lanjut imam tadi.

“Bukan hanya belajar bahasa. Tetapi belajar bahagia bersama orang-orang yang baru kita kenal,” katanya.

“Kita harus berani meninggalkan segala sesuatu termasuk mimpi dan harapan kita, supaya kita bisa menatap dan menjalani hari demi hari dengan semangat dan Roh yang baru,” lanjutnya dengan penuh semangat.

Sebagai warga Gereja Katolik, maukah kita lahir kembali dalam Roh?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here