“Lebaran” Komunitas di Cimahi, Mengajak Anak-anak Belajar Mengenal dan Mencintai Alam

0
415 views
Ilustrasi: Rekreasi di alam. (Sr. Theresina CB)

DALAM rangka mengembangkan jejaring dengan berbagai komunitas, STIKes Santo Borromeus menyambut baik ajakan Sekolah Semesta Hati (SSH) berpartisipasi di kegiatan bertema “Lebaran Komunitas”. Program acara ini diselenggarakan oleh SSH) di Kabuchi, Jl. Kol. Masturi 80 dengan koordinator Kang Dyar dan Pak Widdi Riana S.Pd, Kepala Sekolah SSH.

SSH bernaung di bawah Yayasan Bani Hasyim Rahayu.

Berbagai kegiatan diselenggarakan dalam program acara ‘edu-echo’ wisata, tumbuh bersama, bersimbiosis dan literasi lomunitas.

Demikian harapan Ketua Penyelenggara Kang Dyar seraya mengenalkan budaya sosial, acara kreatifitas, literasi komunitas bersama anak-anak, simbiosis komunitas bersama anak-anak. Juga dengan aneka kegiatan-kegiatan fisik seperti hiking, menggambar, dongeng kriya, berkreasi dengan janur, ekologi family gardening dll.

Mengajak anggota keluarga menikmati alam. (Sr. Theresina CB)

Lima dosen dan 11 mahasiswa Sarjana Keperawatan STIKes Santo Borromeus dikoordir oleh penulis ikut berpartisipasi dan berjejaring dengan bersiaga sebagai Petugas P3K dengan membawa  perlengkapan alat kesehatan, penyediaan obat emergency, dan pendampingan hiking pada anak-anak BK (Berkebutuhan Khusus) maupun anak yang datang pada umumnya.

Materi daur ulang

Mereka ini  juga berpartisipasi dalam kegiatan mancing ikan hias dengan menggunakan materi daur ulang bekas spanduk sebagai kolam dan plastik-plastik recyle; ecobrick (plastik-plastik bekas yang dimasukkan dalam botol bekas) dan ban mobil bekas sebagai dinding kolam diisi air, ikan hias juga kolam diisi dengan tanaman teratai, batu-batu putih, dan tanaman hias di pinggiran kolam, sehingga kolam buatan dari bahan bekas itu betul-betul nampak asri dan menarik.

Ikut terlibat dalam kegiatan ini. (Ist)

Pancing yang digunakan pun buatan mahasiwa Sarjana Keperawatan dari bambu bekas yang dipotong disambung tali dan potongan gelas plastik bekas.

Anak-anak tampak ceria dan bersorak kegirangan manakala ikan dapat mereka tangkap dalam gelas pancing tersebut, seraya bertepuk tangan dan tertawa gelak.  Anak-anak yang datang ke lokasi mancing ikan bukan hanya anak BK, tetapi juga anak-anak sekitar lokasi dan pengunjung lain yang datang dari beberapa  komunitas sahabat semesta.

Aneka permainan

Ada sekitar 200 ekor ikan hias yang kami sediakan dalam kolam itu. Selain permainan mancing, STIKes Santo Borromeus juga menyediakan permainan sembunyi telor ayam yang telah dihias dengan sticker lucu dan telor puyuh lebih dari 100 butir. Telor-telor itu kami sembunyikan di antara pepohonan, pot bunga dan tanaman di sekitar lokasi mancing dan lokasi tenda P3K STIKes.

Beberapa anak kewalahan membawa telor-telor karena  kedua tangannya terlalu kecil untuk menyangga telor-telor  yang telah mereka temukan.

Lucunya…sebelum acara dibuka resmi oleh panitia, anak-anak sudah tak sabar untuk mancing dan mencari telor-telor tersembunyi.

Mengenal dan menyatu dengan alam

Menikmati alam dan air. (Sr. Theresina CB)

Selain berbagi sukacita dalam kesederhanaan, tujuan aneka permainan ini adalah agar anak-anak semakin mengenali dan menyatu dengan alam (air, ikan, tanaman, kompos,  pemilahan sampah, pemanfaatan sampah.

Juga agar anak-anak itu bisa  menghargai alam dan memelihara keutuhan ciptaan yang juga selaras dengan salah satu misi STIKes Santo Borromeus, serta makin mampu bersosialisasi dengan sesama dari latar belakang budaya, sosial, agama maupun pendidikan yang berbeda, terlebih yang baru di kenal dalam pertemuan ini.

Setelah puas memancing, kelompok-kelompok  yang telah mendaftar (dan registrasi ulang) dalam kegiatan hiking pun dikumpulkan, diberi penjelasan dan dilakukan pemanasan streching dipimpin Pak Widdi, kemudian berangkat menyusur sawah dan kali-kali  kecil (belajar bersama alam) dengan pendamping panitia SSH, 4 mahasiswa STIKes dan 2 dosen STIKes yang membawa perlengkapan kit P3K.

Album: Semangat “Laudato Si” STIKes St. Borromeus Bandung dengan Tanam 1.000 Bibit Pohon (2)

Sementara kelompok kegiatan lain (menggambar, bermain tanah liat, yoga, membuat janur, mendongeng, dan beberapa kegiatan lain pun berlangsung di sekitar Kabuchi. Hiking berjalan dengan lancar dan aman, dan sebagian besar mereka kembali ke permainan mancing ikan yang paling diminati.

Acara berjoget ria baik anak-anak maupun ibu-ibu dan para mahasiswa serta dosen pun berlangsung dengan seru di sela-sela pertanyaan, kuis berhadiah yang disampaikan oleh MC.

Kemudian peserta diberi mini workshop oleh Kang Galih dan Kak Vania dari Komunitas 1.000 Kebun bertajuk family gardening.

Peserta sangat antusias dan masing-msing hasil worskhop-nya berupa pembibitan rosella dlm kompos pot kecil boleh dibawa pulang. Dua anak SD Athan dan Vita, anak  dosen STIKes yang aktif mengikuti beberapa kegiatan, dengan bangga berteriak pada penulis:  “Horeeee Suster, saya bisa menanam… Ini hasilnya dalam pot kecil.”

Semoga kegiatan-kegiatan  sederhana ini semakin menumbuhkan solidaritas satu sama lain di antara anak-anak  maupun orangtua -khususnya bersama anak-anak berkebutuhan khusus- meningkatkan kepedulian pada perawatan bumi semesta tanpa memandang perbedaan agama, latar belakang, sehingga pendidikan karakter yang berbelarasa semakin menjiwa setiap manusia.

Semoga Nama Tuhan semakin dimuliakan. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here