Lectio Divina 12.08.2020 – Ampunilah Saudaramu

0
269 views
Ilustrasi - Mengampuni by revolsen

Rabu (H)

  • Yeh. 9:1-7; 10:18-22
  • Mzm. 113:1-2,3-4,5-6
  • Mat. 18:15-20.

Lectio

15 “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. 16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.

17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. 20  Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Meditatio-Exegese

Apabila saudaramu berbuat dosa

Relasi di antara anggota jemaat bisa digambarkan seperti bejana tanah liat yang mudah pecah. Relasi pecah karena anggota tidak lagi memandang sebagai saudara dan yang kecil dan harus dilayani sebagaimana ia harus melayani Tuhan. Ia lupa akan sabda-Nya. “Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” (Mat 18:5).

Saat relasi pecah, setiap anggota jemaat diingatkan untuk segera melakukan rekonsiliasi, memulihkan kembali yang telah rusak, seperti yang diminta Tuhan: “Ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.” (Misale Romanum; Mat. 6:12; Luk 11:4). Et dimitte nobis debita nostra, sicut et nos dimittimus debititoribus nostris

Kata kunci yang ditekankan Tuhan: Ampunilah, demitte.

Saling koreksi di antara sahabat, correctio fraterna. Yesus menyediakan tiga langkah untuk menyelesaikan perselisihan atau konflik dalam jemaat.

Jika seorang saudara atau saudari berbuat dosa, jika ia berperilaku tidak sesuai dengan kaidah yang disepakati bersama, mereka tidak perlu ditegor sesegera mungkin.

Pertama, perlulah berbicara dahulu dengan masing-masing secara pribadi. Cara ini sangat elok karena menghindari publikasi yang tak perlu atas perkara pribadi; menghindari sakit hati yang tak perlu; dan memudahkan yang bersangkutan memperbaiki diri. 

Jika koreksi ini tidak menimbulkan dampak yang dikehendaki, dan masalah bertambah serius, penyelesaian masuk pada tahap kedua: menghadirkan kesaksian. Jumlah saksi ditentukan antara dua atau tiga sesuai ketentuan yang berlaku dalam Hukum Tuhan (Ul 17:6).

Kesaksian dua atau tiga orang diharapkan dapat mendudukkan masalah secara objektif, dan menghindari saksi dusta (Kel 20:16; Ul 5:20).

Apabila tahap ini gagal, perselisihan atau konflik diselesaikan melalui pengadilan resmi, pengadilan Gereja.  Jika si pendosa tidak mau menerima koreksi, ia harus diekskomunikasi, dikeluarkan dari keanggotaan jemaat; yangni dipisahkan dari persekutuan dengan Gereja dan Sakramen.

Dengan kata lain, jika seseorang menolak mendengarkan komunitas, ia harus dipandang sebagai “orang yang tak mengenal Allah atau pemungut cukai”, suatu ungkapan kasar pada jaman Yesus untuk menyebut orang yang dianggap kafir dan dikutuk.

Maka, mereka tidak menjadi anggota komunitas lagi. Mereka sendirilah yang memisahkan diri. Rahmat untuk mengampuni dan memulihkan diaugerahkan kepada Petrus (Mat. 16:19), pada para rasul (Yoh. 20:23) dan pada komunitas (Mat. 18:18).

Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga. Dikeluarkan dari keanggotaan jemaat bukan berarti orang itu dibiarkan sendiri. Ia tetap diharapkan dapat bersatu kembali ke dalam jemaat dan Tuhan.

Anggota komunitas perlu terus menerus memohon agar mereka yang memisahkan diri dapat kembali lagi dan dipulihkan.

Yesus menjamin, “Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga.”

Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam NamaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka

Yesus merupakan pusat hidup komunitas. Seluruh anggota komunitas, Gereja, εκκλησια, ekklesia, ecclesia (Latin) (1Kor. 14:34), dipanggil untuk menjadikan diri-Nya pusat hidup masing-masing.

Gema panggilan untuk menjadikanNya pusat hidup mengalir juga pada mereka yang memisahkan diri dari jemaat.  

Yesus bersabda (Mat 18:20), “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”, Ubi enim sunt duo vel tres congregati in nomine meo, ibi sum in medio eorum.

Katekese

Jika seseorang melukai kamu. Santo Augustinus dari Hippo, 354-430:

“Jika seseorang telah melukai kamu dan kamu menderita, apa yang harus dilakukan? Kamu sudah mendengar jawabannya dalam tulisan suci hari ini: ‘Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata.

Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali’.  Jika kamu gagal melakukannya, kamu lebih buruk daripada dia.

Dia telah melukai seseorang, dan dengan melukai ia telah melukai dirinya sendiri dengan luka yang parah.

Apakah kemudian kamu akan sepenuhnya mengabaikan luka saudaramu? Apakah kamu hanya akan menontonnya tersandung dan jatuh? Apakah kamu akan membiarkannya dalam kesulitan? Jika demikian, diam-diam, kamu lebih jelek dari padanya  saat dilecehkan.

Maka, ketika ada orang  berbuat berdosa terhadap kita, marilah kita memperhatikannya, tetapi tidak hanya untuk diri kita sendiri.

Karena, lebih luhurlah bagi kita untuk melupakan luka-luka. Singkirkan lukamu sendiri, tetapi jangan mengabaikan luka saudaramu.

Karena itu, pergilah dan  ‘tegorlah dia di bawah empat mata’; niatmu ini tidak hanya luhur, tetapi juga menghindarkan dari rasa malu.

Namun, mungkin juga terjadi bahwa dia akan membela diri dan mulai mencari alasan untuk membenarkan dosanya; dan, dengan cara itu, kamu secara tak sengaja mendorongnya lebih dekat ke perilaku yang ingin kamu ubah.

Karena itu, katakan kepadanya kesalahannya antara kamu dan dia saja. Jika dia mendengarkanmu, kamu harus mendapatkan saudaramu, ‘karena dia mungkin telah hilang, seandainya kamu tidak berbicara dengannya” (dikutip dari Sermon 82.7).

Oratio-Missio

  • Tuhan, jadikanlah aku alat untuk menyebar-luaskan kasih dan damai sejahteraMu. Berilah aku  kebijaksanaan dan keberanian untuk menyebar-luaskan kasih dan keberanianMu. Berilah aku kebijaksanaan dan keberanian yang cukup untuk mewartakan kasihMu dan kebenaranMu pada mereka yang memerlukan penyembuhan dan pemulihan. Amin.   
  • Apa yang perlu aku lakukan agar Yesus menjadi pusat hidupku dan komunitasku?

Ubi enim sunt duo vel tres congregati in nomine meo, ibi sum in medio eorum – Matthaeum 18:20

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here