Lectio Divina 15.08.2020 – Biarkan Anak-anak Itu Datang kepadaKu

0
284 views
Ilustrasi -- Yesus dan anak-anak by ist

Sabtu (H)  

  • Yeh. 18:1-10,13b,30-32
  • Mzm. 51:12-13,14-15,18-19
  • Mat. 19:13-15

Lectio

13   Ada orang-orang membawa anak-anak kepada Yesus supaya Ia meletakkan tangan-Nya ke atas kepala mereka dan mendoakan mereka. Tetapi pengikut-pengikut Yesus memarahi orang-orang itu. 14  Maka Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku. Jangan melarang mereka, sebab orang-orang seperti inilah yang menjadi anggota umat Allah.” 15 Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya di atas kepala anak-anak itu dan memberkati mereka. Kemudian Ia pergi dari situ.

Meditatio-Exegese

Jangan melarang mereka

Banyak ibu membawa anak-anak mereka pada Yesus, supaya Ia memberkati dan mendoakan mereka. Para murid melarang. Dalam benak mereka bergolak pikiran tentang rentetan kenajisan. Perempuan yang sedang datang bulan dianggap najis.

Segala sesuatu yang tersentuh perempuan itu, termasuk anak-anak, dianggap najis. Dan anak-anak yang datang pada Yesus termasuk najis. Maka, Yesus pun najis juga karena disentuh anak-anak itu (bdk. Im 15:19-27).

Bagi mereka, Yesus harus tetap tahir. Para murid pernah mengalami penolakan terhadap Yesus untuk masuk kota, karena Ia dianggap najis setelah menyentuh orang yang kena kusta dan Ia harus tinggal di tempat yang jauh (Mrk. 1:40-45). Pada para murid Ia berseru (Mat. 19:14), ”Jangan melarang mereka datang kepadaku.”, nolite eos prohibere ad me venire.

Praktik memberkati anak-anak sebenarnya telah berakar lama dalam tradisi bangsa Israel. Yesus menggemakan dengan lebih keras apa yang dilakukan Yakub, Israel, bapa leluhurnya, yang memberkati Efraim dan Manasye, kedua cucu dari Yusuf (Kej. 48:8-16).  

Orang-orang seperti inilah yang menjadi anggota umat Allah

Yesus menerima anak-anak kecil dan menjadikan mereka sebagai model bagi para murid.Nya. Maka, Kerajaan Allah menjadi hak milik mereka, bukan karena apa yang mereka dianggap masih polos, belum kenal dosa, murni.

Mereka berhak menjadi warga Kerajaan Allah, karena keselamatan yang dianugerahkan diterima dengan rendah hati dan tanpa bertanya-tanya. Mereka bergantung pada kebaikan Allah dan percaya yang berasal dari Allah pasti baik dan menyelamatkan.

Biarkan anak-anak itu datang kepadaKu. Orang seperti inilah yang menjadi anggota umat Allah

Ayat ini dan yang serupa  dipahami Gereja Katolik sebagai perintah untuk membaptis anak-anak dan bayi. Yesus ambil bagian dalam perjanjian dengan Allah, seturut dengan Hukum Tuhan yang ditetapkan sejak Abraham, pada hari kedelapan setelah kelahiran-Nya (Luk. 2:21; Kej. 17:10; Im. 12:3), seperti dilakukan juga oleh Yohanes Pembaptis (Luk. 1:59).

Bagi jemaat yang dibina Santo Matius, yang berasal dari bangsa Yahudi, pasti mereka memikirkan kepatuhan pada hukum sunat ini dan meneyesuaikan dengan hukum baru: ambil bagian dalam Perjanjian dengan Yesus Kristus. Maka, kewajiban orang tua adalah mengantarkan anak untuk menjadi anggota jemaat dan ambil bagian dalam perjanjian yang ditetapkan itu.  

Perintah untuk dibaptis bersifat mutlak, bila seseorang ingin masuk ke dalam Kerajaan Allah (Yoh. 3:3-5). Yesus juga memerintahkan para murid untuk pergi ke seluruh penjuru dunia untuk membaptis agar semua menjadi anggota dan ambil bagian dalam Perjanjian Baru dalam namaNya (Mat. 28:19-20).

Yesus tidak membuat batasan tentang umur seseorang untuk dibaptis. Kitab Suci juga memberi bukti praktik baptis bayi dan anak-anak. Petrus dan Paulus membaptis seluruh keluarga Kornelius dan Lidia (Kis. 10:24, 48; 16:14-15).

 Katekese

Bayi diijinkan menerima Sakramen Baptis. Santo Irenius, Bapa Gereja, Uskup Lyon dan wafat sebagai martir pada 202:

“Yesus datang untuk menyelamatkan semua orang melalui diriNya, ya, semua, yang dilahirkan kembali dalam Allah: bayi, anak-anak, yang muda dan orang tua. 

Maka, Ia mengatasi setiap umur, karena Ia menjadi bayi untuk para bayi; Anak untuk anak-anak, dengan menguduskan mereka pada usia itu; dan pada saat yang sama Ia menjadi teladan akan kesucian, kebenaran dan penyerahan diri. Ia juga menjadi pemuda untuk kaum muda, agar menjadi teladan bagi kaum muda dan menguduskan mereka demi Tuhan …” (dikutip dari Against Heresies, 2.22.2).

Oratio-Missio

  • Tuhan, semoga kami tidak pernah menghalangi kaum muda dan anak-anak kami datang kepada-Mu untuk menerima berkat, pengajaran dan kuasa penyembuhan dari-Mu. Buatlah kaum muda dan anak-anak kami kuat dalam iman dan sikap, agar mereka mampu mengikuti-Mu dengan giat. Dan ketika kami tumbuh dalam usia, semoga kami tidak kehilangan kesederhanaan dan kerendahan hati seperti anak kecil yang menjadikan kami selalu dekat dengan-Mu. Amin.      
  • Apa yang perlu aku lakukan untuk mengantar anak-anak pada Kristus?

Sinite parvulos et nolite eos prohibere ad me venire; talium est enim regnum caelorum – Matthaeum 19: 14

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here