Lectio Divina 19.10.2021 – Berjaga dan Menanti Kedatangan-Nya

0
231 views
Ilustrasi: Setia menanti kedatangan Sang Tuan by Jesus Walk.

Lectio Divina 19.10.2021 – Berjaga Dan Menanti Kedatangan-Nya

Selasa Pekan Biasa XXVIX (H)

  • Rm. 5:12.15b-19.20b-21
  • Mzm. 40:7-10.17
  • Luk. 12:35-38

Lectio

35 “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. 36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.

37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. 38 Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka. 

Meditatio-Exegese

Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala

Yesus selalu mengajak para murid-Nya untuk siap sedia menyongsong kedatangan-Nya. Sabda-Nya (Luk. 12:35), “Hendaklah pinggangmu tetap berikat.” Sint lumbi vestri praecincti.

Pinggang yang berikat berarti sikap siap untuk segera melakukan sesuatu. Ia mengingatkan akan kisah keluaran dari Mesir, saat bangsa Israel merayakan Paskah, “… kenakanlah pakaian lengkap dan siap untuk berangkat. Pakailah sandalmu di kakimu dan tongkat di tanganmu.” (Kel. 12:11).

Pada masa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kaum laki-laki memakai pakaian seperti sarung. Ikat pinggang harus terikat di pinggang untuk mengikat kain, ketika seseorang bersiap untuk segera bekerja, berperang, berjalan jauh (bdk. Yer. 1:17; Ef. 6:14; 1Ptr. 1:13). 

Dan pelita harus terus siap dinyalakan. Ia harus terus siap sedia melakukan tugas yang dilaksanakan baik siang maupun malam. Tanpa pelita orang mengalami kesulitan berjalan dan bekerja di kegelapan malam.

Dua kata digunakan Santo Lukas untuk mengungkapkan sikap batin berjaga-jaga: προσδεχομενοις, prosdechomenois dari kata kerja prosdechomai, menunggu dengan penuh harapan, menanti-nantikan.

Kata berikut γρηγορουντας,  gregorountas , dari kata grégoreó, berjaga-jaga.

Nasihat untuk berjaga-jaga harus diterapkan pada, pertama: sikap batin untuk waspada terhadap musuh, iblis, karena roh jahat selalu menunggu dan mencari waktu yang tepat untuk memangsa (Luk. 4:13).

Santo Petrus mengingatkan (1Ptr. 5:8), “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”, sobrii estote vigilate quia adversarius vester diabolus tamquam leo rugiens circuit quaerens quem devoret.

Selanjutnya, berjaga-jaga menggambarkan sikap batin menyambut kedatangan Yesus, yang sudah mengetok di pintu (Why. 20:3). Para murid tidak tahu kapan Ia mengetok pintu. Pada saat Yesus hidup di Palestina, siang hari dibagi dalam 12 jam (Yoh. 11:9).

Waktu malam, waktu dibagi dalam empat periode jaga: setelah pukul 18.00 hingga 21.00; 21.00-00 tengah malam; 00.00-03.00; dan pada waktu pukul 03.00 terompet dibunyikan yang disebut sebagai ‘kokok ayam’ (bdk. Mrk 13:35).

Sang Tuan tidak pernah memberitahu kapan Ia mengetok pintu atau pulang.

Sang Tuang mengharapkan para hamba-Nya tetap berjaga-jaga. Maka, ketika para murid menyambut kedatangan-Nya, mereka didapati-Nya selalu siap sedia melayani-Nya dengan ikat pinggang terikat dan mempersilakan-Nya masuk.

Selanjutnya, peran akan berubah. Yesus, Sang Tuan, Kurios, mengundang hamba-hamba-Nya ambil bagian dalam perjamuan-Nya dan Ia bertindak sebagai pelayan, seperti yang disingkapkan-Nya pada Perjamuan Terakhir.

Dia, yang adalah Guru dan Tuhan, sekarang  menjadi hamba bagi semua (bdk. Yoh. 13:4-17).

Janji kebahagiaan abadi yang disingkapkan Tuhan bertolak belakang dengan apa yang biasa dialami dan ditemukan. Misalnya: seorang majikan akan tetap meminta pelayanan terbaik, walau hambanya letih, lesu dan lemah setelah selesai membajak atau menggembalakan ternak baginya.

Belum selesai si hamba istirahat, mengatur nafas dan minum, sang majikan pasti meminta, “Layanilah aku, segera.” (bdk. Luk. 17:7-10).

Berjaga-jaga harus terus menerus dan tak mengenal lelah. Santo Augustinus, Uskup Hippo, menasihati, ”Berjaga-jagalah dengan sepenuh hati; berjaga-jagalah dengan sepenuh iman; berjaga-jagalah dengan sepenuh cinta; berjaga-jagalah dengan sepenuh kasih; berjaga-jagalah dengan perbuatan baik…

Perbaharui dan isilah minyak batinmu dengan suara hati yang bening. Maka, Sang Mempelai akan memelukmu di haribaan-Nya dengan kasih-Nya. Ia mengantarmu masuk ruang perjamuan-Nya, tempat di mana pelitamu tidak pernah padam” (dikutip dari Sermon, 93).

Katekese

Makna : Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Santo Cyrilus dariAlexandria, 376-444 :

“Hendaklah pinggangmu tetap terikat (Luk. 12:35) bermakna kesediaan jiwa untuk bekerja keras dalam segala hal yang layak dipuji. Mereka yang  menyediakan diri untuk bekerja  dan terlibat dalam pekerjaan kasar hendaklah menyingsingkan lengan baju.

Pastilah lampu menjadi tanda kesiap-sediaan jiwa dan pikiran yang penuh suka cita. Kita yakin bahwa jiwa manusia berjaga ketika jiwa  melawan setiap kecenderungan untuk menyerah pada sikap abai yang sering menjadi sarana untuk jatuh ke dalam setiap jenis kejahatan.

Ketika tenggelam dalam kehampaan, cahaya surgawi yang bersemayam dalam jiwa terancam bahaya, atau bahkan telah telah terancam oleh terpaan badai yang sangat ganas dan kencang.

Kristus meminta kita untuk berjaga-jaga. Untuk itu, murid-Nya juga mengingatkan kita dengan berkata, “Sadarlah dan berjaga-jagalah!” (1Ptr. 5:8).

Lebih lanjut, Santo Paulus, yang bijaksana itu, berkata juga, “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”” (dikutip dari Commentary On Luke, Homily 92).

Oratio-Missio

Tuhan, Engkau mengasihiku terlebih dahulu. Engkau juga mengaruniakan hidup-Mu untukku. Penuhilah hatiku dengan suka cita dan kemurahan-hati agar selalu bersedia melayani-Mu dan melakkukan apa pun yang Engkau minta dariku. Amin.

  • Apa yang aku lakukan untuk menyongsong kedatangan-Nya?

Beati, servi illi, quos, cum venerit dominus, invenerit vigilantes – Lucam 12:37

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here