Lectio Divina 24.09.2020 – Melawan Kebenaran

0
239 views
Ilustrasi - Herodes Antipas by biblical archeology society

Kamis (H)    

  • Pkh. 1:2-11.
  • Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17.
  • Luk. 9:7-9.

Lectio

7 Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. 8 Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. 9 Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.  

Meditatio-Exegese

Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas

Herodes Antipas, raja wilayah Galilea, terusik atas kecaman Yohanes. Ia memperistri Herodias, istri Filipus, saudaranya. Skandal perkawinan incest. Tahu kalau Yohanes adalah orang benar, Herodes sangat segan padanya (Mrk. 6:20). Maka ia hanya memenjarakan anak Zakaria dan Elizabeth (Luk. 1:5-23).

Namun, ternyata,  raja boneka Romawi ini lebih senang mencari muka pada kerabat dan sahabatnya, dari pada  mencari wajah Allah (Hos. 5:15). Di saat pesta gila perayaan ulang tahunnya, ia setengah sadar menuruti kehendak istrinya, yang licik. Melalui anak tirinya, Salome, ia memenggal dan menaruh kepala Yohanes Pembaptis di atas nampan (Mrk. 6:21-29).

Kabar tentang Yesus sampai ke telinganya. Pasti para mata-matanya melapor padanya. Mungkin Khuza, bendahara kerajaan dan suami Yohana yang mengikuti Yesus (Luk. 8:3), menceritakan kisah tentang Yesus. Nuraninya terusik. Hati dan jiwanya gelisah, karena bergolak menghadapi suara kebenaran.

Ia tidak mampu mengelak dari jeritan rasa salah dan dosa. Tiada satu pun daya kuasa di bumi mampu menghilangkan suara nurani yang berseru karena bersalah atau membebaskan dari belenggu dosa. Hanya Allah mampu membebaskan manusia dari belenggu dan jerat dosa melalui korban Yesus di salib.

Siapa gerangan Dia ini?

Menghadapi seluruh berita tentang Yesus, Herodes hanya sanggup bertanya (Luk. 9:9), “Siapa gerangan Dia ini?”, quis autem est iste? Herodes berusaha berjumpa dengan Yesus. Ia mencoba segala cara untuk berjumpa dengan-Nya, bukan untuk bertobat dan mengikuti-Nya. Ia hendak memastikan bahwa Yesus bukanlah Yohanes Pembaptis, yang ia penggal kepalanya.

Ia ingin memastikan bahwa ia tidak kena kutuk Yohanes. Sebenarnya, kesempatan tersedia bagi Herodes untuk berbalik kepada Allah, saat ia mengadili Yesus (Luk. 23:8-12). Hatinya mungkin lega; terlepas dari kutuk. Tetapi kesempatan emas untuk berjumpa dengan Allah dilepaskannya begitu saja.

Manusia hanya memperoleh damai sejati dari dalam nuraninya sendiri dan dari Allah. Yesus menunjukkan jalan (Yoh. 8:31-32), “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”, Si vos manseritis in sermone meo, vere discipuli mei estis et cognoscetis veritatem, et veritas liberabit vos.

Katekese

Integritas menjadi kesulitan bagi yang secara moral tercela. Santo Petrus Chrysologus, 400-450:

“Yohanes mengingatkan Herodes melalui seruan moral, bukan tuduhan di pengadilan. Ia menghendaki raja itu bertindak benar, tidak memenjarakan. Tetapi, Herodes lebih memilih pembungkaman, dari pada pertobatan. Bagi mereka yang dipenjarakan, kebebasan dari seorang yang bersalah karena ditindak keliru menyebabkan kebencian. 

Keutamaan tidak pernah dirindukan oleh mereka yang tak bermoral; kekudusan dijauhi oleh mereka yang hidup bejat; kemurnian menjadi musuh mereka yang hidup cemar; integritas menjadi sulit diraih oleh yang suka korupsi; ugahari dijauhi mereka yang tidak mampu mengendalikan diri; belas kasih dihindari yang kejam, seperti halnya kebaikan hati oleh yang bengis dan keadilan bagi yang culas.

Penginjil menyingkapkan hal ini ketika ia berkata, “Yohanes berkata kepadanya, “Tidak halal engkau mengambil istri saudaramu, Filipus.”

Inilah saat Yohanes masuk dalam kesulitan. Ia yang mengingatkan orang yang berbuat salah mendapatkan serangan. Ia yang mengampuni orang yang bersalah mengalami kesukaran.

Yohanes mengatakan apa yang benar menurut hukum, apa yang sesuai dengan keadilan, apa yang sesuai untuk kesejahteraan umum, dan apa yang sesuai dengan kasih, bukan kebencian. Dan, lihatlah ganjaran apa yang ia terima dari mereka yang hanya mementingkan kesenangan duniawi!” (diringkas dari Sermons 127.6-7).

Oratio-Missio

  • Bapa sorgawi, didiklah aku untuk serupa dengan Putera-Mu. Tumbuhkanlah semangat batinku untuk melakukan kehendak-Mu dan bantulah aku untuk mencari Sang Kebenaran dan Kasih. Amin.
  • Apa yang perlu kulakukan supaya hati nuraniku selalu bening?

quis autem est iste, de quo audio ego talia? – Lucam 9:9

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here