Lectio Divina 25.01.2021 – Beritakanlah Injil kepada Segala Makhluk

0
252 views
Santo Paulus menyembuhkan orang lumpuh di Listra by Karel du Jardin, 1663.

Senin. Pekan Biasa III. Pesta Pertobatan St. Paulus Rasul (P)          

  • Kis. 9:1-22 atau Kis.22:3-16
  • Mzm 117:1-2
  • Mrk 16:15-18

Lectio

15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”  

Meditatio-Exegese

Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. Titik balik iman Paulus terjadi ketika dalam perjalanan ke Damsyik, ia menerima anugerah penglihatan.

Padanya Yesus Kristus, yang ia aniaya, berkenan menyingkapkan diriNya (Kis. 22:8), ”Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu”, ego sum Iesus Nazarenus quem tu persequeris.

Ia berjumpa dengan Yesus yang telah bangkit, dan ketika ia menganiaya jemaat, ia juga menganiaya Yesus sendiri. Dan setelah berbalik dan berpihak pada Yesus, Paulus rela mati bagi-Nya.

Paus Benediktus XVI memaknai kemartiran Santo Paulus dalam Audiensi Umum di Paul VI Audience Hall, Rabu, 4 Februari 2009 :  

“Kesaksian tersurat pertama tentang kematian Santo Paulus yang sampai kepada kita berasal dari pertengahan tahun 90-an di abad pertama; itu berarti, lebih dari tiga dekade setelah kematiannya. Kesaksian itu ditulis dalam sepucuk surat dari Gereja Roma, dengan Uskupnya Clement I, menulis kepada Gereja Korintus.

Dalam naskah surat itu, seluruh Gereja diundang untuk memusatkan perhatian pada teladan para Rasul dan, segera setelah menyebut kemartiran Petrus, seseorang membaca: “Kita harus juga dengan bangga bersaksi: Paulus juga mendapatkan upah derita yang ditanggungnya dengan kesabaran.

Setelah tujuh kali ditangkap dan ditawan, dipaksa untuk melarikan diri, dan dirajam, dan setelah berkhotbah di timur dan barat, ia dikenal begitu banyak orang dari pelbagai bangsa, karena imannya. Setelah mengajarkan kebenaran kepada seluruh dunia, dan mencapai batas dunia paling barat, Paulus dibunuh sebagai martir atas perintah penguasa.

Demikianlah ia disingkirkan dari dunia, dan pergi ke tempat yang kudus, setelah membuktikan dirinya sebagai teladan utama atas kesabaran sebagai saksi iman” (1Kl. 5:2).

Kesabaran yang dibicarakan oleh Clement adalah ungkapan iman Paulus, yang menyatukan diri dengan Sengsara Kristus; juga tentang kemurahan hati dan keteguhan hati yang ia terima sepanjang perjalanan hidup penuh derita, sehingga ia berani berkata, “pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus” (Gal. 6:17).

Dalam naskah surat Santo Clement kita mendengar bahwa Santo Paulus telah tiba di “ujung barat” bumi.  Pembahasan lanjut masih diperlukan untuk memastikan apakah ia telah berlayar ke Spanyol atau tidak.

Tidak ada kepastian tentang hal itu, tetapi memang benar bahwa dalam Suratnya kepada Jemaat di Roma Santo Paulus menyatakan niatnya untuk pergi ke Spanyol (lihat Rm. 15:24).

Namun, sangat menarik membaca urutan dalam surat Clement tentang dua nama : Petrus dan Paulus; bahkan jika kedua nama itu dibalik urutannya seperti dalam kesaksian Eusebius dari Kaisarea pada abad keempat. Merujuk pada Kaisar Nero, Eusebius menulis: “Maka, kami catat bahwa Paulus dipenggal di Roma; dan Petrus juga disalibkan pada masa pemerintahan Nero. Catatan ini didukung oleh kebenaran bahwa nama mereka diabadikan dalam kuburan, di tempat masing-masing, bahkan sampai hari ini” (Ecclesiastical History, 2, 25, 5).

Eusebius kemudian melanjutkan dengan merujuk pada pernyataan seorang imam di Roma, bernama Gayus yang berasal dari awal abad kedua, “Saya dapat menunjukkan piala para Rasul. Karena jika anda pergi ke Vatikan atau di Jalan Ostia, anda akan menemukan piala orang-orang yang meletakkan dasar Gereja ini” (ibid., 2, 25, 6-7).

”Piala” adalah monumen pemakaman; ini adalah makam Petrus;  dan Paulus,  yang masih kita hormati sampai hari ini, setelah 2.000 tahun, di tempat-tempat yang sama: Santo Petus di sini, di Vatikan; dan Santo Paulus, Rasul orang-orang bukan Yahudi, di Basilika Santo Paulus, di luar tembok kota, di Jalan Ostia. (http://w2.vatican.va/content/benedict-xvi/en/audiences/2009/documents/hf_ben-xvi_aud_20090204.html).

Beritakanlah Injil kepada segala makhluk

Yesus memberi mandat kepada kesebelas rasul untuk mewartakan Injil. Kemudian, untuk mengganti kedudukan Yudas Iskariot, yang mengkhianatiNya dan menggantung diri (Mat. 27:5), para rasul memilih dan mengangkat Matias (Kis. 1:26).

Dalam Injil Matius dan Lukas mandat Yesus untuk para rasul adalah mewartakan Injil kepada segala bangsa manusia, εθνη, ethne, gentes (Latin) (Mat. 28:19-20; Luk. 24:46-48).

Tetapi, bagi Santo Markus, Injil diwartakan tidak hanya kepada seluruh dunia,  κοσμον, kosmou, tetapi juga kepada segala makhluk, παση τη κτισει, pase te ktisei, omni creaturae (Vulgata) (Mrk. 16:15), tanpa kecuali.

Dengan demikian, mandat itu bermakna ambil bagian dalam karya penebusan dan pemulihan seperti pada saat Allah melihat seluruh ciptaanNya baik  (Kej. 1: 25); dan ketika Ia melihat manusia sungguh amat baik (Kej. 1:31).

Tugas mewartakan Injil, kerasulan, terutama dimandatkan kepada para Rasul dan para pengganti mereka atau uskup, serta seluruh anggota Gereja.

Para Bapa Konsili Vatikan II mengajar, “Gereja diciptakan untuk menyebarluaskan kerajaan Kristus di mana-mana demi kemuliaan Allah Bapa … Sebab panggilan kristiani menurut hakikatnya merupakan panggilan untuk merasul juga.

Seperti dalam tata-susunan tubuh yang hidup tidak satu pun anggota berifat pasif melulu, melainkan juga beserta kehidupan tubuh juga ikut menjalankan kegiatannya, begitu pula dalam Tubuh Kristus, yakni Gereja, seluruh tubuh “menurut kadar pekerjaan masing-masing anggotanya mengembangkan tubuh” (Ef. 4:16) …

Dalam Gereja terdapat keanekaan pelayanan, tetapi kesatuan perutusan. Para Rasul serta para pengganti mereka oleh Kristus diserahi tugas mengajar, menyucikan dan memimpin atas nama dan kuasa-Nya.

Sedangkan kaum awam ikut serta mengemban tugas imamat, kenabian dan rajawi Kristus, menunaikan bagian mereka dalam perutusan segenap Umat Allah dalam gereja dan di dunia (Dekrit Kerasulan Awam, Apostolicam Actuocitatem, artikel 2). 

Pembaptisan menjadi syarat untuk menerima keselamatan yang ditawarkan Allah. Tentang perlunya baptis, Bunda Gereja, dalam mengajar, “Tuhan sendiri mengatakan bahwa Pembaptisan itu perlu untuk keselamatan (bdk. Yoh. 3:5). Karena itu, Ia memberi perintah kepada para murid-Nya, untuk mewartakan Injil dan membaptis semua bangsa (bdk. Mat. 28:19-20; DS 1618; LG 14; AG 5).

Pembaptisan itu perlu untuk keselamatan orang-orang, kepada siapa Injil telah diwartakan dan yang mempunyai kemungkinan untuk memohon Sakramen ini (bdk. Mrk. 16:16). Gereja tidak mengenal sarana lain dari Pembaptisan, untuk menjamin langkah masuk ke dalam kebahagiaan abadi” (dikutip dari Katekismus Gereja Katolik, 1257).

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya

Perjanjian Baru mencatat cukup banyak tanda heran yang dibuat para rasul dan murid-muridNya, misalnya : mengusir setan (Luk. 10:17); mengusir setan, menyembuhkan yang lumpuh dan timpang (Kis. 8:7); berbicara dalam bahasa yang baru (Kis. 2:6-11).  Tulisan dan kesaksian tentang tanda heran semenjak Gereja Perdana pun berlimpah ruah hingga saat ini. 

Mukjizat semacam ini masih saja terjadi; tetapi sangat jarang. Kalau pun terjadi, pasti sangat istimewa. Santo Hieronimus menulis, “Mukjizat dulu amat penting pada awal mula untuk meyakinkan orang akan iman.

Namun, sekali iman Gereja dihayati, mukjizat tidak diperlukan lagi” (Comm. in Marcum). 

Ketekese

Kesaksian kita layak dipercaya bila kita hidup setia pada-Nya. Santo Yohanes Chrysostomus, 347-407:

“Paulus benar-benar bersaksi bagi Yesus, dan demikian juga seharusnya para saksi lainnya, melalui apa yang ia lakukan dan apa yang ia katakan. Kita juga harus menjadi saksi yang demikian itu, dan tidak mengkhianati apa yang telah dipercayakan kepada kita. Aku tidak hanya berbicara tentang ajaran, tetapi juga tentang cara hidup kita.

Perhatikan, apa yang ia ketahui, apa yang ia dengarkan, ia menjadi saksi atas seluru kebenaran di hadapan semua bangsa; dan tak ada satupun menjadi halangan baginya.

Kita juga telah mendengar akan kebangkitan dan sepuluh ribu hal baik lainnya; maka, kita harus bersaksi atas semua hal ini dihadapan segala bangsa. “Pasti kami telah bersaksi,” katamu, “dan percaya.”

Bagaimana mungkin bersaksi, karena kita melakukan yang sebaliknya? Katakan padaku, jika seseorang berkata bahwa ia adalah seorang Kristen, tetapi berlaku munafik dan bertindak seperti orang yang tak mengenal Allah; apakah kesaksian orang ini layak dipercaya? Tidak, tidak sama sekali. Karena orang akan mencari kesaksian sejati melalui perilakunya.

Demikian juga, jika kita berkata bahwa ada kebangkitan badan dan sepuluh ribu perbuatan baik, tetapi tetap melakukan hal yang tak pantas dan lebih memilih urusan dunia, siapa yang akan percaya pada kita?

Bagi semua umat, perhatikan bukan pada yang kita katakan, tetapi pada apa yang kita lakukan.

Yesus bersabda, “Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8).

Kita bersaksi bukan hanya untuk para sahabat, tetapi juga untuk mereka yang tidak percaya. Inilah yang harus dilakukan para saksi: mereka harus tidak menarik mereka yang telah mengenal, melainkan mereka yang belum mengenal Tuhan.

Mari kita menjadi saksi yang layak dipercaya. Bagaimana kita menjadi layak dipercaya? Melalui hidup yang kita hayati” (dikutip dari Homilies On The Acts Of The Apostles 47 ).

Oratio-Missio

  • Tuhan, kuatkanlah untuk menjadi saksi-Mu bagi sesama di sekelilingku dengan penuh suka cita. Kobarkanlah hatiku untuk menjadi saksi Injil dan kebangkitan-Mu. Amin.
  • Apa yang harus kulakukan saat aku enggan menjadi saksi Injil? Atau apa yang perlu kulakukan untuk  menjadi saksi-Nya yang handal seperti Santo Paulus?

Euntes in mundum universum praedicate evangelium omni creaturae – Marcum 16:15

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here