Lectio Divina 28.07.2021 – Harta dan Mutiara

0
265 views
Ilustrasi: Seperti harta yang terpendam by Vatican News.

Rabu. Pekan Biasa XVII (H)

  • Kel. 34:29-35.
  • Mzm. 99:5-7.9
  • Mat. 13:44-46

Lectio

44  Kerajaan Surga adalah seperti harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu disembunyikannya lagi. Dan, karena sukacitanya, ia pergi, menjual semua yang dipunyainya, dan membeli ladang itu.

45 Sekali lagi, Kerajaan Surga adalah seperti seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.46 Ketika ia menemukan sebuah mutiara yang bernilai tinggi, ia pergi dan menjual semua yang dipunyainya, lalu membeli mutiara itu.”

Meditatio-Exegese

Kerajaan Surga seperti harta yang terpendam di ladang

Suka cita meluap ketika orang menemukan harta terpendam di ladang. Yesus tidak menjelaskan makna Kerajaan Allah. Ia hanya mengisahkan bahwa Kerajaan Surga, regnum caelorum, adalah seperti harta yang terpendam di ladang.

Ia mengajak para pendengar-Nya untuk berkisah tentang harta baru yang ditemukan dan memberinya suka cita. Inilah kisah yang seharusnya mungkin dialami para murid Yesus, yang disamakan dengan kisah buruh petani.

Pertama, harta terpendam, Kerajaan Surga, telah terpendam di ladang, dalam hidup manusia, hidup anda dan saya.

Kedua, petani penggarap itu mengolah, memupuk, menanami, menyiangi rumput, menyirami tanaman dan memanen tanpa pernah menyadari kehadiran harta yang terpendam.

Selanjutnya, harta yang tersembunyi, Kerajaan Allah, ditemukan secara tak sengaja. Si buruh tani tidak pernah menyangka akan menemukannya, karena tidak pernah punya niat mencari harta itu.

Kemudian, penemuan harta itu mengubah hidupnya. Ia menjual segala yang dimiliki untuk membeli ladang baru tempat harta terpendam itu disimpannya.

Akhirnya, ungkapan suka cita dan syukur memenuhi seluruh hidup si petani. Kerajaan Alla ditemukan tanpa sengaja, di luar rencana hidup. Kerajaan Allah datang.

Dan, sebagai konsekuensinya, manusia tidak boleh melepaskan saat rahmat ini berlalu tanpa menghasilkan buah.   

Kerajaan Surga adalah seperti seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah

Perumpamaan ini mirip dengan perumpamaan tentang harta terpendam, tetapi dengan perbedaan yang mencolok. Yesus mengisahkan “Kerajaan Surga adalah seperti seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.

Ketika ia menemukan sebuah mutiara yang bernilai tinggi, ia pergi dan menjual semua yang dipunyainya, lalu membeli mutiara itu.”

Inilah kisah yang bisa dialami tiap murid Yesus yang disamakan dengan seorang pedagang barang berharga.

Pertama, pelaku utama adalah seorang pedagang mutiara. Ia hanya melakukan satu hal saja dalam usaha dagangnya, yakni: mencari dan menemukan mutiara paling berharga, pretiosa margarita.

Maka, Kerajaan Allah, mutiara yang paling berharga itu, merupakan buah dari usaha keras dan lama. Ia berusaha mencari, mencari dan mencari, hingga menemukannya. Mutiara itu ditemukan bukan secara kebetulan

Kedua, pedagang itu tahu benar tentang mutiara, sehingga semua orang melalukan transaksi dagang dengannya. Karena ia paham benar tentang mutiara, ia tidak pernah membiarkan dirinya ditipu.

Akhirnya, ketika ia menemukan mutiara yang dikehendakinya, ia pergi dan menjual semua yang dipunyainya. Lalu membeli mutiara itu. Kerajaan Allah bernilai paling tinggi dan mahal.

Harta dan mutiara mengacu pada Kerajaan Allah. Yesus sendiri. Sering kehadiran-Nya tidak disadari dalam hidup, dilewatkan, dibiarkan begitu saja; hingga Ia menyingkapkan diri-Nya.

Sering juga Ia harus dicari dengan cucuran keringat. Meneladan Ayub, setiap murid Kristus harus menjadikan Allah sebagai satu-satunya yang paling berharga dan bernilai.

Inilah kesaksian Ayub (Ayb 22: 25-26), “Apabila Yang Mahakuasa menjadi timbunan emasmu, dan kekayaan perakmu, maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa.” eritque Omnipotens contra hostes tuos et argentum coacervabitur tibi  tunc super Omnipotentem deliciis afflues et elevabis ad Deum faciem tuam

Oratio-Missio

Tuhan, bebaskanlah hatiku dari keinginan yang tidak teratur dan kelekatan pada benda duniawi. Terangilah hatiku agar mampu bersyukur dan bersuka cita atas segala anugerahMu. Semoga aku mampu menemukan suka cita atas kehadiranMu. Amin.            

  • Mengapa Yesus sering kuanggap sebagai barang tidak berharga?  

Inventa autem una pretiosa margarita, abiit et vendidit omnia, quae habuit, et emit eam – Matthaeum 13:46)

www.sesawi.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here