Lentera Keluarga – Alat di tangan Tuhan

0
127 views

Tahun A-2. Minggu Biasa XV

Rabu, 15 Juli 2020. PW Santo Bonaventura, Uskup Dan Pujangga Gereja. 

Bacaan:  Yes 10:5-7.13-16; Mzm 94:5-6.7-8.9-10.14-15; Mat 11:25-27.

Renungan: 

INDAH Sabda Tuhan yang diungkapkan oleh Yesaya “Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya?”  Sabda ini mau mengungkapkan bahwa sebaik-baiknya ktia, sehebat-hebatnya kita, tanpa Allah tidak ada artinya.

Begitu ada gawai baru, orang mengeluhkan gawai lama yang dimilikinya dan mulai berlomba-lomba untuk membeli gawai yang baru, yang menurut review mempunyai fasilitas dan kemampuan yang lebih. Repotnya adalah bahwa kitapun hanya menggunakan gawai yang canggih itu sama seperti kita menggunakan gawai lama kita yaitu untuk medsos. Gawai baru tidak membuat kemampuan kita upgrade, tetapi harga diri kitalah yang kita upgrade. 

Dalam pekerjaan dan pelayanan, fasilitas fungsinya adalah pendukung, tetapi kemampuan dan ketrampilan kitalah yang utama. Kalau kita mengeluh karena fasilitas tidak ada atau kurang, sebenarnya yang kita ceriterakan adalah ketidakmampuan kita untuk bekerja. Karena walaupun fasilitas itu ditingkatkan, belum tentu kita itu mampu menggunakannya dengan maksimal. Mempunyai segalanya yang terbaik, belum tentu kita mampu menggunakannya secara baik dan maksimal. 

Secara rohani, kita adalah alat yang hidup di tangan Tuhan. Segala kemampuan, kepemilikan kita, semuanya itu ada benar karena perjuangan kita, tetapi yang terutama adalah karena Tuhan memberkati kita. Kita boleh berbangga bukan karena keluarbiasaan kita, tetapi karena Tuhan berkenan memakai kita melakukan hal yang luar biasa. Tanpa Tuhan seperti alat, kita tidak ada artinya. Bersyukurlah kepada Tuhan karena Ia masih berkenan bekerja melalui kita dan memberkati kita. 

Kontemplasi:

Gambarkanlah perumpamaan yang diungkapkan oleh Yesaya hari ini. 

Refleksi:

Apakah aku dengan rendah hati menyadari bahwa Tuhanlah yang telah memberikan berkat dan berkenan melakukan banyak hal melalui kita? Bahwa tanpa Tuhan kita tidak berarti apa-apa?

Doa:

Ya Bapa, aku adalah alat ditanganMu, pakailah aku seturut kehendakMu. Ajar aku untuk semakin rendah hati bahwa tanpaMu, aku tidak berarti apa-apa. 

Perutusan:

Belajarlah untuk rendah hati ketika anda diberkati Tuhan dengan kepemilikan dan kemampuan, karena Tuhan berkenan memakai anda untuk melakukan pekerjaanNya. 

(Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here