Lentera Keluarga – Gembalakan Domba-Dombaku

0
154 views

Tahun A-2. Minggu Paska VII

Jumat, 29 Mei 2020.  

Novena Roh Kudus Hari 8

Bacaan: Kis 25:13-21; Mzm 103:1-2.11-12.19-20ab; Yoh 21:15-19.

Renungan: 

KEPERCAYAAN Yesus kepada Petrus demikian besar, sehingga Ia memberikan tanggungjawab besar untuk memelihara dan menjaga saudara-saudaranya. Ukuran kesanggupan yang dituntut Tuhan hanya satu yaitu kasih yang memberikan diri (agape); Tuhan tidak menuntut lain. Dengan penuh kesadaran diri, Petrus menjawab kasih persaudaraan (filia); sampai akhirnya Tuhan akhirnya memahami proses Petrus sehingga Ia bertanya dengan “kasih persaudaraan (filia). Petrus harus berproses untuk sampai pada “agape” : jika engkau sudah tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.”

Tidak semua orang mau menerima tanggungjawab besar, apalagi yang mengandung resiko. Karena pelaksanaan tanggungjawab itu menuntut cinta dan pemberian diri: hidup fokus untuk kepentingan dan kebaikan orang lain. Di sana ada penyangkalan keinginan-keinginan dan minat-minat pribadi, kadang termasuk mengalahkan rasa lelah dan kesulitan yang dialami. JIka tanpa cinta dan pemberian diri, pelayanan akan melelahkan dan ada keinginan untuk cepat-cepat selesai masa baktinya. Mentalitasnya “minimalis, yang paling penting dilaksanakan dan selesai”. Lebih repot lagi, jika mentalitasnya adalah mencari kebanggaan pernah menjabat walaupun tidak mampu berkarya tidak maksimal. Namun pelayanan yang diberikan dengan cinta dan pemberian diri akan membawa kebahagiaan, kreatifitas dan sukacitaa, walaupun tanggungjawab itu semakin lama semakin tidak mudah. Mungkin kita sibuk, dituntut, ditekan taget waktu, tetapi semuanya itu kita jadikan sebagai latihan untuk disiplin diri dan pemberian diri. 

Kontemplasi:

Gambarkan bagaimana Tuhan memberikan dan mengajarkan artinya kepercayaan dan tanggungjawab kepada Petrus. 

Refleksi:

Bagaimanakah sikapku dalam menerima tanggungjawab pelayanan? Apakah aku melaksanakannya dengan penuh cinta dan pemberian diri? 

Doa:

Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus 

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemulian-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarlah kami untuk menjadi orang yang tahu berterima kasih atas segala kebaikan-Mu dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh Takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu. Amin.

Perutusan:

Terima tanggungjawab yang diberikan dengan cinta dan pemberian diri. Itu adalah kesempatan bagi Allah untuk menempa pribadi anda. 

(Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here