Lentera Keluarga – Keputusan Utama

0
137 views

Tahun A-2. Minggu Biasa XV

Senin, 13 Juli 2020. 

Bacaan:  Yes 1:11-17; Mzm 50:8-9.16bc-17.21-23; Mat 10:34-11:1.

Renungan: 

SABDA Tuhan Yesus hari ini mengajak kita untuk merenungkan keputusan dan ikatan utama dalam hidup kita yaitu : keputusan untuk mengikuti Yesus.  Tuhan bersabda  “Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah seisi rumah”. Dalam sistem keluarga Yahudi, Ikatan relasi yang disebutkan oleh Tuhan tadi adalah ikatan yang sangat kuat. Namun sekuat-kuatnya ikatan keluarga, ikatan pemuridan iman (Guru -Murid) dalam mengikuti Tuhan Yesus itu jauh lebih utama. Pasangan, orang tua, anak, mertua, menantu bisa hilang dan selesai di dunia ini; tetapi ikatan iman itu tidak bisa hilang dan lekang oleh waktu. Pilihan iman itu lebih utama daripada ikatan apapun.

Di dalam hidup perkawinan dan keluarga, ikatan kita dengan Tuhan itu menjadi kunci dan sumber dari ikatan kita dengan pasangan dan anggota keluarga. Tetapi ini tidak dapat diartikan bahwa aktifitas dan kegiatan iman kita menjadi pembenaran untuk melalaikan tanggungjawab dan kebutuhan keluarga. Jangan sampai kita terjerumus kepada “ibadat palsu” yang dikatakan oleh nabi Yesaya hari ini. 

Keputusan iman ini penting dihayati dan diperjuangkan oleh mereka yang berpacaran beda agama atau keluarga-keluarga kawin campur. Ada paksaan bahkan ancaman yang kemudian mengarah kepada pelunturan iman dan mundur teratur dari Tuhan dengan alasan supaya tidak terjadi konflik dan aman. Tidak mudah memang mengambil keputusan-keputusan iman itu dalam situasi-situasi tertentu. Membangun keluarga dalam satu iman itu sangat baik, ketika hidup baru itu membahayakan dan menggerus hidup iman kita. Namun juga bisa sebaliknya, jika kita kokoh, maka kitapun juga akan dapat mengantar keluarga kepada iman akan Yesus Kristus. 

Kontemplasi:

Gambarkanlah bagaimana sabda Tuhan itu direaksi oleh setiap orang yang mendengarkanNya. 

Refleksi:

Apakah pilihan atas iman itu menjadi pilihan utama dalam hidupku, melebihi ikatan keluarga, ikatan pekerjaan atau ikatan duniawi yang lain?

Doa:

Ya Bapa, semoga aku semakin terikat erat denganMu melebihi apapun juga. 

Perutusan:

Tempatkanlah keputusan iman itu di atas dari segala ikatan dan keputusan hidup yang lain. 

(Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here