Lentera Keluarga – Memelihara Kesatuan Roh

0
509 views

Jumat, 26 Oktober 2018.
Bacaan: Ef 4:1-6; Mzm 24:1-6; Luk 12:54-59

Renungan

SALAH satu tantangan yang dihadapi oleh jemaat di Efesus adalah perbedaan. Paulus mengingatkan kembali panggilan jemaat sebagai orang kristen yang harus hidup dengan cara baru yaitu satu tubuh dan satu Roh. Empat keutamaan disebut: rendah hati, lemah lembut, sabar dan kasih. Dan kesatuan itu diletakkan dalam Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Tuhan, Satu Iman, Satu Baptisan dan Satu Allah.

Perbedaan itu akan selalu ada dan tidak pernah bisa sama. Perbedaan menjadi masalah ketika fundamen persatuannya tidak ada dan keempat keutamaan itu tidak dihidupi. Bukan perbedaan yang membuat kita berkonflik tetapi perbedaan pijakan dan sikap kitalah yang membuat kita berkonflik.

Penting bagi hidup suami isteri bahwa perbedaan tidak harus membuat suami isteri berkonflik. Kita berbeda sebagai pria dan wanita, kita berbeda sejarah dan kebiasaan hidup, kita berbeda dalam mewujudkan impian perkawinan. Tetapi jika pijakan kita sama dan sikap kita baik, maka perbedaan itu tidak akan menjadi konflik, tetapi menjadi kesempatan untuk bertumbuh dan saling menyesuaikan. Ada kesempatan untuk berbicara secara mendalam dan menemukan alasan dari setiap tindakan kita.

Dalam komunitas religiuspun sama. Ada perbedaan dalam cara hidup, cara melayani dan cara berelasi. Tidak semua dari kita puas dengan anggota komunitas kita; demikian juga sebaliknya. Tetapi hidup bersama tidak diukur berdasarkan dari senang dan tidak senang. Hidup kita disatukan oleh panggilan yang sama. Hendaknya juga kita mensikapi itu dengan kerendahan hati, lembah lembut, sabar dan penuh cinta kasih.

Kontemplasi

Renungkanlah nasihat Paulus hari ini.

Refleksi

Apa sikapku terhadap perbedaan yang kurasakan dengan pasangan atau anggota komunitasku?

Doa

Ya Bapa, semoga kami berpijak pada dasar yang sama dan sikap rendah hati di dalam menerima dan mendialogkan perbedaan kami. Amin.

Perutusan

Terimalah perbedaan dengan sukacita dan rendah hati. Dan berdialoglah bersama untuk saling mengerti dan memahami

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here