Lentera Keluarga – Menantikan Langit dan Bumi Baru

0
133 views

Tahun A-2. Minggu Biasa IX

Selasa, 2 Juni 2020.  

Bacaan: 2 Pet 3:12-15a.17-18; Mzm 90:2,3-4.10.14.16; Mrk 12:13-17.

Renungan: 

RASUL Petrus dalam suratnya mengungkapkan keyakinan bahwa hari akhir segera tiba. Maka ia memberikan nasihat penting kepada jemaat “kalian menantikan dan berusaha mempercepat kedatangan hari Allah.” Suatu penantian yang aktif.  Di satu sisi, Petrus menekankan bahwa waktu hari akhir adalah rahasia Allah; dan di lain sisi menekankan pentingnya tanggungjawab duniawi: “haruslah kalian berusaha supaya kedapatan tak bercacat dan tak bernoda” dan “ waspada dan jangan sampai terseret ke dalam kesesatan ..jangan kehilangan pegangan dan bertumbuh dalam kasih karunia dan semakin mengenal Tuhan Yesus Kristus’.  Tanggungjawab surgawi tetap jadi prioritas tetapi tanggungjawab duniawi tidak boleh ditinggalkan. Dan itu juga ditekankan oleh Tuhan Yesus :”berikanlah kepada  Kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah.”. Yang satu tidak boleh mengecualikan yang lain. 

Banyak orang beriman yang berhasil dan sukses juga semakin bertumbuh dalam iman. Tetapi tidak sedikit pula orang yang semakin luntur dalam iman ketika merasa bisa membuktikan bahwa tanpa Tuhanpun mereka berhasil dan sukses. Mereka sangat bertanggungjawab di dalam pekerjaan dan menjadi orang berhasil, tetapi tidak melihat hidup beriman dan menggereja sebagai yang penting dan pokok. Ada pula yang cenderung aktif di dalam beriman dan pelayanan, tetapi tidak sanggup untuk bertanggungjawab jawab atas keluarga dan pekerjaannya. Sabda Tuhan dan surat Petrus hari ini mengingatkan kepada kita supaya kita tetap bertumbuh dalam iman, seraya kita bertanggungjawab atas hidup dan pekerjaan kita harian. 

Kita sebagai religius dan imampun dituntut untuk berkerja untuk kehidupan sehari-hari  walaupun karya kita adalah sebuah pelayanan. Tidak sepenuhnya kita dapat mengharapkan donasi – bantuan sukarela walaupun itu menjadi bentuk tanggungjawab umat terhadap imam dan para religius. Pada saatnya kita harus berani autofinance dan dapat menjadi berkat untuk umat yang berkekurangan dan membutuhkan. 

Kontemplasi:

Gambarkanlah bagaimana Petrus menyerukan kepada jemaat untuk mengambil tanggungjawab duniawi seraya menantikan langir baru dan bumi baru.

Refleksi:

Apakah kedua tanggungjawab itu aku laksanakan dengan seimbang?

Doa:

Ya Bapa, semoga aku bertumbuh dalam iman dan juga bertumbuh dalam tanggungjawab untuk kehidupan dunia ini. 

Perutusan:

Jagalah tanggungjawab duniawi dan surgawi ini secara seimbang. Jangan lalaikan yang satu karena yang lain. 

(Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here