Lentera Keluarga – Menembus Kaum Intelektual

0
251 views

Tahun A-2. Minggu Paska VI

Rabu, 20 Mei 2020. 

Bacaan: Kis 17:15.22 – 18:1; Mzm 148:1-2.11-12ab.12c-14bcd; Yoh 16:12-15.

Renungan: 

PERSAHABATAN, kemampuan dan keberanian Paulus membawanya untuk berdiri di tengah para intelektual yunani di Aeropagus (Bukit Mars) Athena. Di satu sisi, orang yunani masih percaya kepada dewa-dewi, di lain sisi juga mereka berkembang dalam pemikiran intelektual/filsafat.  Dengan cara berpikir Yunani, Paulus menerangkan tentang iman kristen tentang karya keselamatan Allah dan kebangkitan orang mati. Dan boleh dikatakan secara umum, pewartaan itu ditertawakan; tetapi ia dapat memenangkan hati Dionisius dan Damaris. 

Mewartakan kepada orang yang berkeyakinan lain dan kaum intelektual mengenai iman krsiten adalah tantangan tersendiri di jaman kita. Tidaklah jauh, itu terjadi juga ketika kita  menerangkan iman kristen bagi anak-anak kitapun tidak mudah. Mereka belajar banyak ilmu pengetahuan, logika, dan bukti. Pembicaraan mengenai Allah itu dianggap sebagai khayalan, tidak masuk akal, dan putar balik bahasa-logika. Ini mungkin terjadi karena kita kurang memberikan “bukti iman” yang konkret melalui hidup kita.

Bersaksi kepada intelektual dan keyakinan lain memerlukan pengenalan dan pembelajaran serta kesaksian hidup. Iman Kristen adalah iman yang luar biasa, konkret dan mengubah hidup. Kitab Suci kita dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dengan lebih dari 5000 bukti manuscript. Jejak Hidup Yesus dapat dibuktikan dalam sejarah; ada begitu banyak tulisan bapa gereja yang berbicara mengenai iman. Semua itu kekayaan yang luar biasa yang mesti digali. Peribadatan, hidup baik, sharing iman, doa itu penting; tetapi jangan lalai untuk belajar kekayaan iman gereja dan mengkomunikasikan kebenaran iman kristen di setiap kesempatan untuk dapat mewartakan. 

Kontemplasi:

Gambarkan bagaimana Paulus meyakinkan orang terpelajar di Athena dan bagaimana sikapnya terhadap reaksi mereka.

Refleksi:

Bagaimana mewartakan kebenaran iman kristen itu kepada orang-orang lain dan terpelajar? Apakah aku memperlengkapi diri dengan menimba kekayaan iman?

Doa:

Ya Bapa, semoga dengan berani dan yakin, kami dapat menjadi pewarta kebenaran iman pada mereka yang berbeda budaya-keyakinan dan kaum terpelajar.

Perutusan:

Yakinkanlah diri anda sendiri dengan kebenaran iman kristen, sebelum anda meyakinkan orang lain. 

(Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here