Lentera Keluarga – Merasa bijak dan pandai

0
172 views

Tahun A-2. Minggu Biasa XIV

Minggu,  5 Juli 2020. 

Bacaan:  Zak 9:9-10; Rom 8:9.11-13; Mat 11:25-30. 

Renungan: 

SETELAH mendengarkan kisah para murid yang diutusnya, Tuhan Yesus mengungkapkan doa syukur “misteri Kerajaan Surga Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” Orang bijak dan Pandai adalah Korazin, Betsaida dan Kapernaum adalah daerah yang di dekat dengan hidup Yesus. Banyak orang baik, beriman, terpelajar tetapi tidak mudah bagi mereka untuk percaya pada Yesus  Sementara kota Tirus, Sidon dan Sodom adalah kota yang terkenal dengan kejahatan dan dosa. Tetapi justru mereka inilah yang percaya kepada Yesus dan menerima pengajaranNya. 

Orang yang merasa bijak dan merasa pandai  berbeda dengan orang yang sungguh bijak dan pandai. Orang yang merasa bijak dan pandai tidak mudah mendengarkan masukan dan pandangan yang berbeda dari apa yang diyakininya apalagi bertobat. Sementara orang yang sungguh bijak dan pandai adalah orang yang menerima hal baru dengan hati terbuka dan dengan rendah hati mau belajar  untuk menjadi lebih baik lagi. 

Pengalaman dan usia kadang menjadi guru yang baik bagi hidup kita, tetapi juga kadang membuat kita terpaku pada prinsip dan kebenaran kita sendiri serta menggurui yang lain. “Susah diberi masukan” dan “susah menerima hal baru”, kata-kata itu kadang yang sering kita dengar di keluarga kita. Semakin berpengalaman dan berusia, kita harus semakin lebih terbuka dan mendengarkan serta belajar dari yang sederhana-sederhana. Karena bagi orang yang sungguh bijak dan pandai, ia menjadikan hal yang nampaknya sederhana itu sebagai guru yang berharga bagi hidupnya.

Kontemplasi:

Gambarkanlah bagaimana Tuhan Yesus memuji mereka yang disebut sebagai orang kecil. 

Refleksi:

Apakah aku dengan rendah hati dan terbuka belajar menerima hal baru dan mengambil hikmat dari pengalaman-pengalaman baru?

Doa:

Ya Bapa, semoga kami senantiasa terbuka, rendah hati dan belajar kehidupan dari siapapun dan dalam pengalaman apapun. 

Perutusan:

Jadilah orang yang bijak dan pandai yang hidup dalam kerendahhatian dan sikap terbuka. 

(Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here