Lokakarya Menafsir Mimpi

0
2,165 views

BAGI Sigmund Freud –tokoh pencetus studi psikoanalisis—mimpi jelas bukan sekedar “bunga-bunga tidur”. Mimpi, kata Freud, merupakan cerminan “isi hati” kita, termasuk hal-hal yang ada di “alam bawah sadar” kita.

Jadi, mimpi bisa menjadi cerminan untuk membaca “jerohan” (kedalaman) pribadi manusia yang sering kali tidak kasat mata. Namun, pengaruh “jeroan” itu bisa menimbulkan efek mendalam dalam perilaku sehari-hari.

Sekedar contoh sederhana. Sekali waktu, orang pasti pernah punya pengalaman buruk dalam hidupnya. Apakah itu karena diperlakukan tidak adil atau menjadi sasaran bulan-bulan orang lain: diejek, diolok-olok atau bahkan menjadi kurban bullying.

Meski sudah lama terjadi dan barangkali juga tidak mau diingat kembali atau malah sudah lupa, namun pengalaman buruk berupa sakit hati itu akan terpendam di alam bawah sadar.

Namun alam bawah sadar berupa emosi “buruk” ini akan memengaruhi tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu perasaan mengurung diri, minder, kuper dan masih banyak lagi.

Lokakarya tentang mimpi

Bersama Romo Sigfried Zahnweh SJ, Pusat Spiritualitas Girisonta (Puspita) akan menggelar lokakarya “menafsir” mimpi. Tujuan lokakarya ini adalah untuk menumbuhkembangkan pribadi kita dan mengatur alam bawah sadar.

Lokakarya ini akan berlangsung selama 5 hari, mulai tanggal 26-31 Desember 2011.

Materi yang akan dibahas meliputi pengenalan diri, membaca “pesan-pesan” dari alam bawah sadar, “bahasa-bahasa”  mimpi, arketipe, dan masih banyak lagi.

Biaya lokakarya sebesar Rp 600.000-.

Peserta dibatasi hanya mereka yang resmi menyandang status imam, anggota tarekat religius, dan awam katolik.

Info lebih lanjut bisa diperoleh pada:

Sekretariat Puspita
Jesuit Center of Spirituality “Puspita”
Kotak Pos 1, Bergas, Kab. Semarang 50552
Tel (0298) 522367
Fax (0298) 522367, 522220
www.puspita. provindo.org; puspita.girisonta@ gmail.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here