Makna Pembaptisan Tuhan Yesus

0
417 views
Makna Baptis Tuhan Yesus

Bacaan 1: Yes 55:1-11

Bacaan 2: 1Yoh 5:1-9

Injil: Mrk 1:7-11

Dalam agama katolik, baptis adalah salah satu dari tiga Sakramen Inisiasi. Sebagai tanda memasuki atau permulaan menjadi katolik. Baptisan juga memiliki makna “hidup baru”, dalam hal ini air sebagai materia memberi makna sebagai pembersih atau pengudusan.

Jika demikian, mengapa Tuhan Yesus dibaptis?

Santo Thomas Aquinas mengatakan bahwa baptisan Tuhan Yesus memiliki makna sebagai berikut:

  • Kristus menguduskan baptisan, air sebagai materi baptisan untuk menguduskan manusia.
  • Cara Yohanes menyatakan-Nya sebagai Mesias kepada bangsa Israel (bahwa Ia adalah Anak Allah atau Anak Domba Allah).
  • Sebagai perintis, dimana Kristus akan melanjutkan baptisan Yohanes.
  • Baptisan juga sebagai tanda pertobatan.
  • Gambaran bagi wafat dan kebangkitan-Nya (ditenggelamkan dan keluar dari air) lalu disambung dengan pernyataan Allah.
  • Menyatakan wafat dan kebangkitan-Nya merupakan satu kesatuan.
  • Teladan agar kita mengikuti langkah-Nya, karena baptisan Kristus adalah Keselamatan (pengampunan dosa).
  • Menyatakan solidaritas-Nya kepada manusia, Ia mau menjadi sama dengan manusia kecuali dalam hal dosa.

Yesus akan memulai pelayanan yang besar, baptisan-Nya adalah penting supaya Diri-Nya diakui oleh publik melalui pendahulu-Nya yaitu Yohanes Pembaptis. Bahwa Dia-lah Mesias yang dinantikan dan akan membaptis dengan Roh Kudus.

“Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”

Dan Allah sendirilah yang menyatakan-Nya:

“Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Dalam peneguhannya kepada jemaat di Asia, Rasul Yohanes mengatakan:

“Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.

Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah Satu).”

Dalam nubuatnya, Nabi Yesaya mengajak bangsa Israel untuk mempersembahkan hidup hanya bagi-Nya saja, bertobat dan melakukan kehendak-Nya.

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!”

Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

Pesan hari ini

Tuhan telah menunjukkan solidaritas-Nya menjadi sama dengan kita kecuali dalam hal dosa. Dengan baptisan, kita telah dicurahkan Roh Kudus agar kudus dan mendapat kasih karunia hidup kekal.

“Kamu tidak akan pernah salah selama selalu berpegang pada kebenaran.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here