Mari Buat Kita Cantik Seperti Hati Maria Bunda Kita

0
141 views
Ilustrasi: Maria by Sawai Chinnawong, 2008.

“Apa rahasia kecantikan Maria, tota pulchra? Bukan penampilan atau sesuatu yang bisa berlalu, tetapi hati yang benar-benar berpusat pada Tuhan.”Paus Fransiskus

HARI itu, tidak ada peserta retret yang saya temani. Saya berniat untuk kerja bakti, bersih-bersih rumah dan bercocok tanam.

Saya sengaja memakai baju kerja  dengan penutup kepala seperti karyawan lainnya.

Tiba-tiba terdengar suara anak perempuan menyapa, saat saya hendak berjalan menuju ruang cuci,

“Selamat pagi suster,” sapanya sedikit agak jauh.

Saya cukup kaget, karena saya berusaha menyembunyikan identitas saya sebagai suster.

Anak perempuan itu langsung datang mendekati saya. Sambil sedikit bercanda, saya bertanya, “Kamu kok tahu saya suster? Padahal kita belum pernah bertemu?” tanyaku.

Dari wajah, ternyata kelihatan gejolak batin

Dengan sedikit tertawa, anak itu langsung menjawab, “Karena… wajah suster itu tidak bisa dibohongi.”

Jawaban itu sungguh membuat saya sedikit malu. Tapi juga ikut menggerakkan saya untuk bertanya lebih lanjut.

“Dik, menurutmu, wajah suster yang tidak bisa dibohongi itu yang bagaimana?”  

Smiling face Suster dan itu membuat adem,” terdengar jawaban spontan dengan gaya anak muda zaman ini.

Sambil tersenyum, saya hanya bisa berucap, ”Terimakasih ya, Dik.”

Sambil mengulurkan tangan, saya meyakinkan diri sendiri, bahwa anak ini pasti sudah terbiasa hidup bersama para suster. Sehingga ia bisa mengungkapkan kesan spontan tentang kehadiran suster.

Pada kesempatan lain, ketika saya mempersiapkan anak-anak remaja untuk masuk dalam ibadat pembuka retret, tiba-tiba saya didatangi oleh seorang anak perempuan. Dengan polosnya anak itu bertanya:

“Suster, saya ingin jadi suster biarawati. Tapi menjadi suster itu, apakah harus cantik?”

“He.. he… Nanti saya jawab saat sesi ya, sekarang kita ibadat dulu,” jawabku agak sedikit kaget dengan pertanyaan tak terduga ini.

Santa Bunda Teresa dari Calcutta (Ist)

Di balik jawaban singkat itu sebetulnya saya bermaksud mencari jawaban yang tepat. Saya teringat wajah Bunda Teresa.

Meski sudah berusia lanjut, namun terpancar keindahan wajah yang membuat siapa pun yang memandangnya terpesona.

Sangat terasa daya pesona Bunda Teresa keluar dari kedalaman hatinya yang dipenuhi belas kasih Allah sendiri, sehingga siapa pun yang bertemu dan dilayani Bunda Teresa menemukan kedamaian Allah.

Daya pesona Bunda Teresa tentu tidak diperoleh dengan mudah. Namun melalui proses panjang dan keteguhan hatinya untuk mencintai Yesus dengan tulus dan sepenuh hati yang sungguh nyata hadir dalam diri orang-orang lemah yang dilayaninya.

Kecantikan Bunda Maria, hamba Allah

Bagaimana dengan daya pesona  Bunda Maria Hamba Allah?

Setiap kali saya berdoa Rosario, saya selalu membayangkan betapa cantiknya Bunda Maria. Kecantikan Bunda Maria yang menyejukkan jiwa itu ternyata  buah dari tempaan berbagai macam peristiwa yang tidak mudah dipahami oleh akal budi manusia.

Kita semua tahu, bagaimana peristiwa demi peristiwa yang dipenuh misteri dan  kepedihan  dilalui Bunda Maria; selama ia menemani Yesus dari proses mengandung-Nya, lahir, bertumbuh dan berkarya sampai di ujung penderitaan-Nya di kayu Salib dan akhirnya  wafat terkulai  dalam pangkuan-Nya.

Semua itu  dilalui Bunda Maria karena fiat Maria yang  terus menggema  dalam sanubari Maria. Kecantikan Maria bersumber dari ketulusan, kesederhanaan dan kerendahan serta ketaatan hatinya. “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”

Patung Bunda Maria di Taman Doa Maria Ratu Para Malaikat di kompleks Gereja Salib Suci Paroki Ngabang, Keuskupan Agung Pontianak, Kalbar. (Sr. Olymphia KFS)

Perlukah kita harus tampan dan cantik?

Lalu bagaimana dengan kecantikan dan ketampanan kita?

Wajah boleh cantik atau tampan; penampilan boleh keren, tetapi hati pun musti ikut cantik atau tampan. Jangan sampai kita dijuluki CSBD (Cantik Serigala Berbulu Domba). Atau GSBD yang berarti Ganteng Serigala Berbulu Domba.

Dengan kata lain milikilah kecantikan dan ketampanan hati yang bersumber dari Allah. Kita pasti menemukan kedamaian, keindahan dan daya pesona-Nya setiap kali ada perjumpaan dengan siapa pun yang kita layani.

Mari mempercantik hati dalam karya pelayanan dengan meneladan Bunda Maria, Bunda kita.

Tota pulchra est Maria.

  • Sepenuhnya cantik di dalam badannya.
  • Sepenuhnya cantik di dalam jiwanya.
  • Sepenuhnya cantik di dalam pikiran-pikirannya.
  • Sepenuhnya cantik di dalam karya-karyanya.
  • Sepenuhnya cantik di dalam kuasanya.
  • Sepenuhnya cantik secara interior.
  • Sepenuhnya cantik di dalam eksteriornya.

Video saya bertitel Kurangkai Mawar yang Harum berikut ini saya persembahkan bagi siapa saja yang kami layani.

Terlebi untuk kaum muda,agar semakin mencintai Bunda Maria, teladan kecantikan hati kita.

Baca juga: Kidung Jiwa Bersama Bundaku, Memaknai Ungkapan Berkah Dalem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here