Masuk ke Sarang Serigala

0
230 views
Diantara Serigala-Serigala

Bacaan 1: 2Tim 1:1-8

Injil:  Luk 10:1-9

Sebagai seorang geologist, maka pekerjaan masuk keluar hutan dan daerah terpencil adalah hal biasa. Suatu ketika saya pernah masuk ke daerah yang saat itu merupakan wilayah kelompok separatis, yaitu Aceh dan Papua.

Saat masuk ke kedua wilayah tersebut, kami secara kebetulan bertemu dengan kelompok-kelompok separatis tadi. Rasanya seperti masuk ke sarang Serigala.

Tidak ada yang bisa dilakukan (selain mengingat keluarga), saat panah sudah siap dihujamkan ke tubuh ini. Namun saya percaya Tuhan selalu melindungi kami, dan akhirnya misi berhasil kami jalankan dengan baik.

Sebagai anak muda, pelayanan Timotius di Efesus sungguh tidak mudah.

Ia mempertobatkan dan melayani orang-orang yang tadinya tidak mengenal Tuhan. Hal itu tentu saja membuat orang-orang di Efesus marah. Timotius sempat disiksa, dipukuli dan dilempari batu.

Selain itu, karya Timotius juga diganggu oleh para pengajar-pengajar palsu.

Paulus merasakan kesedihan yang dialami Timotius maka ia meneguhkannya dalam suratnya yang kedua.

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”

Paulus mentahbiskan Timotius menjadi uskup pertama di Efesus untuk menggembalakan umat-Nya. Timotius melayani sebagai uskup selama lima belas tahun.

Menjadi katolik memang tidak mudah, sebab Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup enak di dunia dengan menjadi murid-Nya. Namun harus kuat menghadapi penderitaan.

Kita tidak bisa memilih mau ditempatkan dimana dan kepada siapa harus melayani, itu semua adalah Tuhan yang punya kuasa. Kita hanya bisa taat dan tulus dalam menjalani.

Saat menunjuk dan mengutus tujuh puluh murid-Nya, Tuhan sudah memperingatkan bahwa mereka akan menghadapi sesuatu yang tidak mudah.

“Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.”

Mereka akan menghadapi beragam karakter dan sifat manusia, ada yang menerima dan menolak. Para murid hanya diminta percaya kepada-Nya, bahwa Tuhan akan mencukupkan segala sesuatunya.

Pesan hari ini

Tuhan tidak pernah salah saat memilih dan mengutusmu untuk mewartakan keselamatan yang dari Allah.

Tunjukkan ketulusan dan keiklasanmu menjalani pengutusan-Nya, meski itu terlihat sulit.

“Kamu tidak akan pernah mencapai kesuksesan kecuali kamu menyukai apa yang kamu lakukan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here