“Matun”

0
135 views
Matun by Informasi Wisata Bantul.

Puncta 24.07.21
Jum’at Biasa XVI
Matius 13: 24-30

SETELAH padi ditanam, dan usianya sekitar satu bulan, mulai tumbuh rumput-rumput liar atau “jawan.”

Saya dulu sering diajak simbah ke sawah untuk “matun” atau menyiangi padi.

Matun adalah mencabuti rumput-rumput liar yang tumbuh di sela-sela tanaman padi dengan tangan.

Tapi juga bisa dilakukan dengan alat, didorong maju mundur agar rumput tercerabut.

Ada pepatah mengatakan, “Jika kita menanam padi, akan tumbuh juga rumput. Tetapi jika kita menanam rumput, tidak akan pernah tumbuh padi.”

Hal itu mau mengatakan bahwa kebaikan kadang akan diikuti keburukan. Kalau kita berbuat baik kadang hasilnya belum tentu baik, atau tidak diterima dengan mudah. Kalau kita berbuat yang tidak baik, pasti tidak ada buahnya yang baik. Hasilnya tetap tidak baik.

Puncta lovers

Yesus berkisah tentang Kerajaan Allah diibaratkan seorang yang menaburkan benih baik di ladang. Tetapi bersamaan dengan tumbuhnya gandum, muncul juga lalang.

Lalang itu hidup dan tumbuh bersama bulir-bulir gandum.

Tuhan membiarkan bulir gandum tumbuh bersama ilalang. Baru pada saat panen, lalang akan dicabut bersama gandum, dan akan dipisahkan sendiri-sendiri.

Gandum akan dimasukkan ke dalam lumbung. Tetapi lalang akan diikat dan dibakar ke dalam api berkobar.

Kebaikan dan kejahatan akan tumbuh bersama-sama. Tetapi pada akhirnya kebaikan akan berbuah dan menang, sedangkan kejahatan akan kalah dan hilang.

Kebaikan akan cemerlang mulia sedangkan kejahatan akan musnah tak berguna.

Gandum melambangkan kebaikan. Lalang melambangkan kejahatan. Gandum menggambarkan yang ilahi.

Lalang diumpamakan hal-hal duniawi. Menanam lalang tidak akan tumbuh padi, mengejar hal-hal duniawi tidak akan sampai yang ilahi.

Tetapi jika kita mengusahakan yang ilahi, semuanya akan tercukupi. Tuhan meminta kita, “Carilah dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya akan diberikan kepadamu.”

Mari kita menanam kebaikan, tetap tumbuh berkembang menghasilkan buah, kendati rumput ilalang berada di sekitar kita.

Tetap setia dan tekun berproses, pada akhirnya gandum akan menampakkan kualitasnya.

Minum kolak dicampur dengan es.
Lebih nikmat kalau ditambah degan.
Tekun dan setia menjalani proses.
Hasil akhir ada di tangan Tuhan.

Cawas, percaya pada Tuhan…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here