Medsos Bantu Proses Jadi Suster Santo Augustinus (OSA) Ketapang

0
131 views
Suster OSA melakukan promosi panggilan.

DALAM kondisi pandemi virus corona seperti bulan-bulan terakhir ini, banyak kegiatan OSA yang sudah lama direncanakan akhirnya hanya “tertinggal” di meja saja. Sama sekali tidak bisa dilaksanakan.

Taruhlah itu rencana kegiatan bisa memberi rekoleksi dan perjalanan bisa mengunjungi para calon suster Kongregasi Suster Santo Augustinus dari Kerahiman Illahi atau OSA (Ordo Santo Augustinus) atau dulu sering disebut Augustinessen.

Tampil beda

Meski semuanya tertunda –dan yang terburuk sungguh tidak bisa dilaksanakan—namun kondisi ini bukan berati mematahkan semangat para tim promosi panggilan suster OSA. Kami masih tetap bersemangat ingin terus berbagi informasi kepada kaum muda.

Kali ini, ekspo panggilan harus dilakukan dengan cara “tampil beda” dengan tahun-tahun sebelumnya. Periode sebelumnya, aksi promosi panggilan yang dilakukan hampir setiap tahun biasanya kami praktikkan dengan cara mengumpulkan segenap orang muda.

Kepada mereka dilangsungkan program rekoleksi dan bimbingan. Lalu juga dilakukan dengan cara kunjungan keluarga calon.

Tak kalah penting tentu saja bergiat memotivasi orangtua dan memberi arahan supaya orangtua calon senantiasa mendukung anaknya bisa bergabung bersama Kongregasi Suster OSA.

Bahan-bahan promosi aksi panggilan para suster OSA.

Kali ini, kondisi pandemi covid-19 telah memaksa kami untuk bisa “bermain cantik”.

Akhirnya, kami mengunakan platform media sosial sebagai alat bantu untuk berkomunikasi secara intens. Selain membagi brosur melalui instragram dan WhatsApp, kami punya inisiatif membuat grup percakapan lewat WhatsApp. Dengan fasilitas platform medsos inilah, kami dan para calon potensial bisa berbagi informasi tentang berbagai aksi promosi panggilan.

Grup WA ini juga membantu para calon bisa saling berkenalan satu sama lain, walaupun belum bertemu bisa bertatap muka. Namun dengan adanya grup percakapan di panggung virtual ini, mereka semakin menguatkan satu sama lain untuk melangkah jejak lebih lanjut niatan menjadi suster OSA.  

Dari pengalaman ini, maka kami bisa “menjaring” sejumlah calon potensial. Mereka ini bukan hanya berasal dari wilayah Kalimantan Barat saja, melainkan bahkan juga datang dari Manggarai, Flores. Ini semua berkat kerjasama antara tim promosi panggilan bersama dengan tarekat lain.

Bertemu dengan anak-anak dan remaja
Bertemu dengan anak-anak di permukiman mereka

Via surat dan WA

Lain dulu, lain sekarang. Kalau zaman tempo dulu, para perintis OSA tak perlu promosi panggilan model kekinian seperti sekarang ini. Pada zaman dahulu, jumlah remaja puteri lokal yang berkeinginan menjadi suster masih sangat banyak.

Demikian inti kisah cerita Suster Magdalena OSA yang dulu pernah menjadi pembimbing kami di Novisiat Thagaste di Siantan, Pontianak.

Sebelum masuk bergabung dan kemudian menjadi Aspiran, mereka biasanya diminta segera menulis surat lamaran terlebih dahulu. Surat lamaran itu ditujukan kepada Suster Pemimpin Umum.

Jika surat dibalas oleh Pemimpin Umum, maka itu berati calon suster harus bisa datang sendiri ke Ketapang. Jika lakasi mereka jauh, maka mereka harus naik kapal.

Untuk bisa menerima surat tanggapan seperti ini, sekarang bisa langsung terjadi in the real time dengan sangat cepat. Tentu saja, kalau waktu memungkinkan Suster Pemimpin Umum untuk merespon keinginan mulia ini.

Sungguh, hadirnya teknologi komunikasi nirkabel dan berbagai platform medsos ini sungguh membantu para penggiat promosi panggilan. Tak terkecuali kami di Kongregasi Suster Santo Augustinus dari Kerahiman Allah atau OSA atau Augustinessen.

Mari, tak usah ragu menjalin kontak dengan kami. Ini agar niatan mulai ingin menjadi suster OSA ini bisa segera kesampaian.

Berikut ini kontak narahubung:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here