Melepaskan Diri dari Iblis

0
176 views
Ilustrasi: Setan dikalahka oleh kekuatan ilahi dari Yesus. (Ist)

Bacaan 1: Am 5:14-15. 21-24
Injil: Mat 8:28 – 34

DI daerah tertentu, babi menjadi binatang yang sangat berharga dan jika dibandingkan dengan di Jawa maka harga tersebut sangat tidak masuk akal.

Saya pernah membeli babi 10 ekor di daerah tersebut senilai Rp 250juta. Maka jangan kaget jika anda mengganggu babi disitu hukuman sosialnya bisa gawat bahkan nyawa taruhannya, hanya gara-gara babi maka bisa terjadi perang antar kampung.

Ketika Yesus tiba di Gadara, yaitu daerah Non Yahudi di Decapolis menunjukkan bahwa Ia datang ke dunia bukan hanya untuk orang Yahudi saja namun juga untuk bangsa-bangsa lain. Disitu Ia “disambut” oleh 2 orang kerasukan “Legion iblis” (pasukan iblis). Ada 3 hal yang saya catat dalam perikop ini, yaitu Kuburan, Babi dan Kerajaan Allah.

Kuburan adalah tempat orang mati, 2 orang kerasukan itu muncul dari kuburan artinya mereka ada dalam cengkeraman dunia orang mati (dunia iblis). Babi, adalah binatang najis dalam tradisi Yahudi, para “legion iblis” itu minta dipindahkan ke tubuh babi (tempat kotor/jijik/haram) sebagai kendaraan untuk pulang ke “rumahnya” yaitu Danau Galilea.

Dalam Alkitab, danau atau laut sering di alegorikan sebagai “rumah iblis”. Kemudian yang ketiga adalah Kerajaan Allah, tempat suci yang tidak ada kejahatan dan iblis disitu.

Tuhan Yesus ingin membebaskan (menyelamatkan) orang-orang di Gadara agar terbebas dari cengkeraman Iblis sebab untuk mengikuti Yesus dan tinggal bersama-Nya maka harus terbebas dari Iblis.

Bagi Tuhan Yesus orang lebih penting (berharga) dibandingkan Babi namun pada kenyataannya di akhir kisah, Tuhan Yesus malah diusir orang-orang Gadara. Mereka lebih memilih tinggal bersama Babi (kenajisan) dan Iblis.

Dalam nubuatan Amos, ia mengingatkan agar bangsa Israel selain tekun beribadah pada Allah namun juga melepaskan diri dari cengkeraman kejahatan.

Sebagai umat Allah harus membenci kejahatan dan mencintai kebaikan, maka Allah akan mengasihani kaum sisa, yaitu mereka yang selamat dari hukuman yang akan datang.

Pesan hari ini:
Sebagai umat Allah maka tidaklah cukup hanya beribadah saja namun juga harus membenci dosa dan kejahatan, harus punya kasih yang mendalam untuk semua standar kebenaran Allah.

Tinggal bersama Tuhan harus mampu melepaskan diri dari kenajisan dan kejahatan sebab di Kerajaan Allah hanya ada orang kudus.

Pak Jokowi marah kepada para menteri karena tidak cakap menggunakan anggaran yang tersedia untuk menangani Covid-19 sehingga pandemi masih berlangsung hingga hari ini, dalam “the new normal” harus berani bertindak “out of the box” demikian kata Presiden

Bersatu Melawan Coronavirus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here