Melihat dan Percaya

0
174 views
Ilustrasi -Melihat dan percaya akan Roti Hidup. (Ist)

Bacaan 1: Kis 8:1b – 8
Injil: Yoh 6:35 – 40

BEBERAPA waktu lalu di Timur Tengah muncul sebuah gerakan yang menamakan dirinya ISIS. Kelompok ini dikenal sangat kejam terhadap orang-orang yang tidak sealiran dan tidak sepaham dengan keimanan mereka.

Kekejaman mereka meninggalkan duka mendalam bagi warga etnis tertentu di Irak. Selain harus kehilangan saudara-saudara mereka yang dibantai ISIS, mereka juga harus berjibaku melawan maut di pengungsian mereka di Gunung Sinjar.

Mereka tercerai-berai melarikan diri sejauh mungkin dari daerahnya guna menghindari kejaran kelompok ISIS.

Situasi ini mengingatkan kondisi Gereja Perdana pasca kenaikan Tuhan Yesus ke surga dan kematian martir pertama Stefanus.

Jemaat tercerai-berai kemana-mana termasuk ke seluruh Yudea dan Samaria. Mereka lari menyelamatkan diri menghindari kejaran orang-orang Yahudi yang tidak suka dengan ajaran serta pengikut Kristus karena dianggap sesat.

Saulus adalah salah seorang yang sangat kejam terhadap para pengikut Kristus. Ia berusaha membinasakan para pengikut Kristus, baik laki-laki maupun perempuan.

Meski dalam kondisi tertekan, para pengikut Kristus tetap mewartakan-Nya. Salah satunya Filipus yang pergi ke Samaria untuk mewartakan kebangkitan Mesias.

Mereka yang mendengar, melihat mukjizat yang diadakannya lalu menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.

Melihat dan percaya adalah merupakan sikap yang dikehendaki Allah Bapa kepada umat-Nya yang sempat terputus relasi dengan-Nya.

“Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Dengan tegas Tuhan Yesus memberikan syarat bagi siapa saja yang ingin mendapatkan kasih karunia hidup kekal bersama-Nya, yaitu melihat dan percaya kepada-Nya.

Sebelumnya, Yesus mengatakan bahwa Dia-lah “Roti Hidup” yang harus disantap untuk memperoleh keselamatan.

“Roti Hidup” sebagai ungkapan keteladanan sikap hidup dan ajaran Tuhan Yesus yang harus diterima dan dilaksanakan.

Setelah “melihat dan percaya” kepada Tuhan Yesus, tugas seorang Kristiani belum selesai. Ada perintah untuk mewartakan-Nya seperti yang dilakukan oleh para murid serta pengikut-Nya yang tercerai berai kemana-mana saat itu.

Pesan hari ini

Dengan melihat dan percaya kepada Sang Roti Hidup lalu melaksanakan perintah-Nya, maka Tuhan telah memberi jaminan kebangkitan untuk mendapatkan kasih karunia hidup kekal bersama-Nya.

“Dalam setiap kebenaran, selalu ada telinga yang mendengar. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here