Melihat dengan Kasih

0
47 views
Aku Melihat Tuhan by Juan de Flandes.

Jumat, 14 Juni 2024

1Raj 19:9a.11-16;
Mzm 27:7-8a.8b-9abc.13-14.
Mat. 5:27-32.

TIDAK mudah memang melawan dorongan hawa nafsu yang begitu kuat. Maka tidak heran, jika Tuhan Yesus menegaskan kepada para murid untuk tidak mencemari tubuhnya dengan mengikuti dorongan nafsu.

Para murid hendaknya suci dalam hati, pikiran dan perbuatan. Kemenangan melawan godaan hawa nafsu akan membuat hati bersih dari kotoran dosa. Kemampuan seseorang dalam mengelola hawa nafsu akan menentukan kemuliaan ataukah kehinaan seseorang.

Ada pantun yang berbunyi, “Darimana datangnya lintah dari sawah turun ke kali. Darimana datangnya cinta dari mata turun ke hati,” kata seorang sahabat.

“Melihat. Sarana terpenting ialah mata. Dari pandangan mata, orang dapat melakukan perbuatan yang baik atau jahat. Keputusan ada pada pribadi yang memiliki mata itu sendiri, meskipun ada pertimbangan lain yang mempengaruhinya.

Tatkala pandangan mata melihat segala sesuatu adalah sebagai objek dan penuh nafsu, maka kita akan dapat terperangkap pada pemuasan diri, bahkan dapat menimbulkan dan membangkitkan nafsu yang tak teratur,” paparnya

Dalam Injil hari ini Yesus bersabda, “Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.”

Dari perikop ini, Yesus ingin mengajak dan mengingatkan kita, agar pandangan mata kita sungguh jernih dalam melihat segala sesuatu. Pandangan mata yang melihat segala sesuatu, kemudian menghubungkannya dengan Sang Pencipta; lantas mensyukuri dan mengaguminya, maka seluruh keberadaan tubuh kita akan menjadi selaras dan seimbang dengan maksud Allah menciptakan mata kita.

Hal ini memang tidak mudah seperti membalik telapak tangan, tetapi kita mesti melatih dan mengusahakannya. Terlebih, sebagai orang yang telah menerima Sakramen Pembaptisan, menjadi umat beriman, pengikut Yesus.

Pandangan mata yang jernih dari pasangan suami istri juga dapat memupuk kesetiaan perkawinan, seperti yang diajarkan oleh Gereja, bahwa perkawinan tak dapat dipisahkan, kecuali oleh kematian. Dengan demikian, mereka terhindar dari perzinahan dan perceraian.

Mari kita meneladan pandangan mata Guru kita, Yesus yang penuh belas kasih. Dengan mengusahakan terus-menerus, kita memiliki pandangan mata yang makin jernih dari hari ke hari.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku melihat sesamaku dengan penuh belas kasih?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here