Melupakan Tuhan, Sumber Keselamatan

0
138 views
Kubutuh Sorakan Dunia atau Pujian Surga?

SABDA Tuhan pada hari ini (Ulangan 6:4-13 dan Matius 17:14-20) berbicara tentang iman. Betapa pentingnya beriman kepada Tuhan.

Musa mengajarkan tentang iman kepada satu Allah yang hidup dan personal (Ulangan 6:4). Dengan-Nya manusia bisa membangun relasi pribadi. Iman itu relasi antara manusia dengan Tuhan.

Salah satu bentuknya ialah mengasihi. Iman dan kasih itu satu kesatuan. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatanmu” (Ulangan 6:5). Artinya, orang tidak boleh berbagi hati dengan allah-allah lain.

Iman yang bulat dan kuat itulah pegangan yang perlu terus ditanamkan, dipupuk, dan dikembangkan (Ulangan 6:6-9). Bahkan mesti diwariskan kepada generasi berikutnya (Ulangan 6:7). Iman itu warisan yang utama dan terpenting.

Mempraktikkan yang Musa ajarkan kepada bangsa Israel itu tidak mudah. Banyak godaan dari bangsa lain yang mempunyai allah lain. Salah satu allah lain adalah kemakmuran (Ulangan 6:10-12).

Maka Musa berpesan, “Apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, berhati-hatilah, jangan sampai engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa engkau keluar dari Mesir, dari tanah perbudakan.” (Ulangan 6:12).

Pesan itu masih sangat relevan, terutama pada zaman kemakmuran dan kemajuan teknologi ini. Banyak orang lebih mengandalkan kesejahteraan ekonomi daripada percaya kepada kekuatan ilahi. Lebih banyak yang mengandalkan teknologi daripada Tuhan, sumber kehidupan.

Dalam zaman yang sangat maju, orang tidak semakin beriman, tetapi malah ragu-ragu. Banyak yang bertanya, “Apakah Tuhan itu sungguh ada?”

Orang kehilangan pegangan. Maka Yesus menegaskan betapa pentingnya memiliki iman (Matius 17:19-20).

Jangan sampai orang melupakan Tuhan, sumber keselamatan.

Sabtu, 12 Agustus 2023

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here