Memaknai Pesan bagi Hidup

0
55 views
ilustrasi: Paus Fransiskus dan pesan kerahiman Allah. (ist)

HIDUP ini tidak selalu mudah, meski ada begitu banyak nasihat yang diberikan kepada kita oleh para pendahulu kita. Yang dibutuhkan adalah kita mampu menerjemahkan nasihat-nasihat atau pesan-pesan bagi hidup yang lebih baik.

Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada kedua anaknya, “Anakku, dua pesan penting ingin ayah sampaikan kepadamu untuk keberhasilan hidupmu. Pertama, jangan pernah menagih piutang kepada siapa pun. Kedua, jangan pernah tubuhmu terkena terik matahari secara langsung.”

Lima tahun berlalu, sang ibu mengunjungi anak sulungnya dengan kondisi bisnis yang sangat memprihatinkan. Ibunya bertanya, “Kenapa kondisi bisnismu demikian parah, nak?”

Anak sulung itu menjawab, “Saya mengikuti pesan ayah, bu. Pesan yang pertama, saya dilarang menagih piutang kepada siapa pun, sehingga banyak piutang yang tidak dibayar. Lama-lama habislah modal saya. Pesan yang kedua, ayah melarang saya terkena sinar matahari secara langsung. Nah, saya hanya punya sepeda motor, sehingga pergi dan pulang kantor saya selalu naik taxi.”

Kemudian sang ibu pergi ke tempat si bungsu yang keadaannya jauh berbeda. Si bungsu sukses menjalankan bisnisnya. Ia menjadi orang yang kaya raya di kota itu.
Sang ibu pun bertanya, “Wahai anak bungsuku, hidupmu sedemikian beruntung. Apa rahasianya?”

Si bungsu menjawab, “Ini karena saya mengikuti pesan ayah, bu. Pesan yg pertama saya dilarang menagih piutang kepada siapa pun. Karena itu, saya tidak pernah memberikan hutang kepada siapa pun. Sebaliknya, saya beri sedekah, sehingga modal saya menjadi berkat.”

“Pesan kedua saya dilarang terkena sinar matahari secara langsung, maka dengan motor yang saya punya, saya selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam. Hasilnya, para pelanggan tahu toko saya buka lebih pagi dan tutup lebih sore.”

Makna di balik pesan
Ketaatan buta bisa menjerumuskan orang ke dalam jurang kemiskinan. Sebaliknya, ketaatan yang kritis akan membantu manusia bertumbuh kembang dalam hidup.

Manusia bisa maju dalam hidupnya, kalau memiliki suatu kreativitas yang membantu dirinya untuk maju. Orang tidak menelan bulat-bulat pesan orang lain bagi dirinya.

Kisah tadi memberi kita inspirasi untuk selalu kreatif dalam menanggapi suatu pesan. Anak sulung itu melaksanakan pesan ayahnya apa adanya.

Ia cuma mengikutinya tanpa berpikir tentang masa depannya. Ia pasrah pada pesan ayahnya. Mungkin ia berpikir akan melakukan kesalahan kalau ia tidak mengikutinya dengan apa adanya.

Kita mesti mampu membaca suatu pesan tidak sekedar suatu pesan. Kita mesti mampu membaca makna di balik pesan itu.

Dengan demikian, kita mampu menemukan suatu solusi yang lebih baik bagi hidup kita. Orang yang hanya mengikuti omongan orang sering mengalami kesulitan dalam hidupnya.

Karena itu, yang mesti kita ubah adalah mindset kita. Ketika kita memiliki mindset yang sempit, kita akan mengalami kesulitan dalam hidup ini. Namun ketika kita mampu memaknai kehidupan ini secara lebih baik, kita akan menemukan hidup yang memberi warna indah.

Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here