Membangun Tradisi Berdoa 5X Sehari (1)

0
2,111 views

TIDAK hanya saudara-saudara kita umat Islam yang mempratikkan doa 5 X dalam sehari. Ternyata, tradisi iman kristiani pun –terutama di Biara-biara Beneditin– kebiasaan berdoa sebanyak 5X sehari juga telah lama dipraktikkan.

[media-credit name=”Royani Lim” align=”alignleft” width=”300″][/media-credit]Di biara-biara monastik-komptemplatif seperti Benediktin dan Trappist, kebiasaan berdoa sebanyak 5 kali masih berlangsung sampai sekarang. Kalau awam katolik, perlukah kita melakukan praktik cara berdoa yang sama: 5X sehari?

Hakikat doa

Sebelum menjawab pertanyaan ini, dari situs berita katolik Sesawi.Net ini kita sudah mendapatkan banyak masukan tentang apa dan bagaimana doa itu sebaiknya didaraskan. Kita diberi penjelasan tentang “hakikat” doa. Berdoa sama sekali berbeda dengan “membaca doa”. Berdoa tak lain adalah cara kita berkomunikasi dengan Tuhan.

Santo Ignatius Loyola memberi contoh cara berdoa yang dia kembangkan dalam Latihan Rohani yakni kontemplasi dan aksi. Bersyukur adalah cara berdoa paling terpuji yang bisa kita jadikan sebagai “habitus” dalam keseharian kita.  (Bersambung)

FX Yayang, pernah mengikuti Retret Agung Latihan Rohani 30 Hari di Girisonta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here