Memperbarui Hati

0
209 views
Ilustrasi -Bertobat memperbarui diri. (Ist)

Bacaan 1: Yeh 18:21 – 28
Injil: Mat 5:20 – 26

SUATU ketika sepulang dari misa, seperti biasa parkiran sangat penuh. Harus antri untuk bisa keluar, mencari celah jalan pelan-pelan.

Hari itu rupanya ada yang tidak terima dengan caraku keluar mencari celah pelan-pelan tadi.

Dia keluar dari mobil marah-marah tidak jelas seolah menantang berkelahi. Saya diam saja; tidak menanggapinya karena memang tak perlu ditanggapi.

Heran saja, keluar dari gereja habis mengikuti misa ternyata masih bisa marah-marah.

Perintah kelima dalam sepuluh perintah Allah menuntut penghormatan atas kehidupan manusia, perintah-Nya adalah “jangan melakukan pembunuhan”.

Namun Yesus menggenapinya menjadi:

“Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum,” demikian kata-Nya.

Jangankan membunuh, marah saja tidak boleh.

Marah adalah salah satu dari tujuh dosa pokok. Yaitu dosa yang mampu membuahkan dosa lainnya. Dari sikap marah, seseorang mampu melakukan pembunuhan atau minimal penganiayaan kepada sesama.

Percuma beribadah jika hati masih dipenuhi segala amarah, Tuhan meminta kita untuk membereskan dahulu sebelum datang kepada-Nya.

Maka salah satu misi kehadiran Tuhan Yesus ke dunia adalah menyembuhkan mereka yang bermasalah secara fisik dan rohani.

Ia sungguh menginginkan pertobatan orang fasik dan menghukum orang benar yang lalu berbuat tidak benar.

“Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan Allah. Bukankah kepada pertobatannya (Aku berkenan) supaya ia hidup?”

Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat-Nya, ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.

Allah menjanjikan keselamatan bagi semua orang fasik yang memilih untuk meninggalkan dosa-dosanya dan berbalik kepada Allah. Allah menginginkan orang berdosa masuk ke dalam persekutuan dengan diri-Nya.

Allah sungguh menyesali apabila seorang fasik mati di dalam dosa tanpa pertobatan.

“Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan. Tuhan, dengarkanlah suaraku. Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. Jika Engkau, ya Tuhan, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.”

Pesan hari ini

Dalam Masa Prapaskah ini, kita diajak untuk merenungkan kembali atas apa yang telah dilakukan.

Memperbaharui segala yang tidak baik, lewat puasa dan pantang sebagai bentuk penyesalan dan pertobatan.

Uang bisa didapatkan lebih banyak, tetapi sayang tidak bisa membeli waktu. Tetap pakailah maskermu dan jaga jarakmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here