Memulai Tahun Ajaran Baru, SD Kanisius Mlese, Klaten Panen Jali

0
289 views

Matahari yang bersinar cerah di akhir bulan Juni, membangkitkan semangat guru SD Kanisius Mlese, Ceper, Klaten, Jawa Tengah untuk sebuah acara. Pagi itu, Rabu ( 30/6/2021) mereka bersiap menggelar acara panen jali dengan tradisi wiwitan atau sedekah bumi. Kesibukan terlihat mewarnai area persawahan yang ditumbuhi tanaman jali siap panen. Sejak pukul 07.00 WIB, berbagai persiapan dilakukan oleh barisan tenaga pengajar SD Kanisius Mlese dengan penuh kegembiraan.

Panen dimulai pukul 08.00 WIB, dengan jumlah peserta terbatas. Kegiatan yang direncanakan kelar dalam waktu 2 jam ini hanya menghadirkan guru SD Kanisius Mlese dan perwakilan siswa serta orang tua di area persawahan. Sementara yang lainnnya mengikuti secara virtual lewat link zoom yang dibagikan ke grup kelas masing masing.

Para guru SD Kanisius Mlese, Klaten, Jawa Tengah melakukan panen jali sebagai awal memulai tahun ajaran baru 2021-2022 . Foto-foto : Tuti Yahya [ Guru SD Kanisius Mlese ]

Hadir dalam acara ini, Wakil Ketua Yayasan Kanisius Cabang Surakarta Frater Amadea Prajna SJ, Rm. Patricius Hartono, Pr dari eLSi Camp Bedono, Semarang yang sedang gencar menggiatkan budidaya jali, dan Kepala SD Kanisius Mlese Lukas Triyanta.

Lukas Triyanta menyebutkan bahwa semangat “njenggirat” yang digaungkan sebagai motto sekolah sejak tahun 2014 sampai 2020 menjadi alat untuk memotivasi diri agar segala hal terhidupi. “Selanjutnya, mulai tahun 2021, SD Kanisius Mlese dengan motto “Nguripi Urip” [ red : menghidupi hidup ] berharap berbagai agenda harian sekolah menjadi bagian dari hidup. Karena itu, seluruh komunitas sekolah harus punya semangat njenggirat untuk nguripi urip,”ujar Lukas.

Rm. Patricius Hartono, Pr menambahkan bahwa jali dikenal sebagai sumber pangan yang dikenal sejak ratusan tahun silam. Saat ini, tanaman jali sebagai harta pusaka warisan leluhur hampir dilupakan orang. Maka perlu digaungkan kembali gerakan menanam dan makan jali.

Romo Hartono juga mengajak semua yang hadir untuk melihat jali sebagai tanaman yang banyak manfaatnya. Dia juga mengimbau agar para guru mencintai kearifan lokal sebagai bagian budaya bangsa. Maka, Romo mengajak menyanyikan lagu “Jo lali jali.”

Frater Amadea yang menjadi pemrakarsa acara ini menyebutkan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengkontekstualisasikan pendidikan. Frater mengajak semua guru untuk semakin terlibat dan menjadi berkat lewat program lingkungan dan budaya yang akan digarap oleh SD Kanisius Mlese mulai tahun ajaran 2021/2022.

Pembelajaran kontekstual di SD Kanisius Mlese, kata Frater, akan dikemas dalam berbagai kegiatan yang menyenangkan dan berdampak positif bagi seluruh komunitas sekolah serta masyarakat sekitar.

Kegiatan panen jali ini merupakan salah satu cara memberikan pendidikan kepada semua siswa bahwa tradisi wiwitan adalah warisan budaya yang harus dijaga agar tidak punah ditelan zaman. Prosesi wiwitan ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan untuk mengawali panen dan kepada bumi sebagai ” sedulur sikep ” menurut kepercayaan orang Jawa. Bumi sebagai saudara manusia yang harus dijaga kelestariaannya bagi kehidupan.

“Kegiatan ini sekaligus juga untuk mendidik siswa berpikir kritis dan analisis sehingga mereka benar-benar menikmati proses merdeka belajar. Panen jali dengan tradisi wiwitan ini merupakan langkah awal bagi SD Kanisius Mlese untuk memulai pembelajaran kontekstual di tahun ajaran baru mendatang,”ujar pria asal Semarang ini.

Doa wiwit dipanjatkan sesaat sebelum pemotongan pohon jali. Potongan jali yang pertama diserahkan kepada perwakilan orang tua dan siswa. Kesempatan berikutnya diberikan kepada seluruh guru untuk ikut memanen jali. Sukacita panen tergambar jelas dari semua peserta yang sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Tiba saatnya, panen diakhiri dengan menikmati nasi tumpeng wiwitan lengkap dengan ” ubo rampe ” nya. Semua peserta panen di sawah menyantap ” sego wiwit ” , sebuah sajian kuliner tradisional khas Jawa yang nikmat dan mengundang selera.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here