Menanti Sebuah Perjumpaan

0
347 views
Ilustrasi: Rindu pada keluarga. (Ist)

Minggu, 28 November 2021

Yer.33:14-16. Mzm.25:4-5ab.8-9.10.14. 1Tes.3:12-4:2.
Luk. 21:25-28.34-36

MASA Adven yang kita awali hari ini adalah masa bagi kita untuk menantikan Tuhan.

Setahun sekali kita diingatkan akan misteri besar ini. 

Seluruh sejarah umat manusia sebenarnya bergerak menuju misteri agung ini, ketika Tuhan akan datang dan menjadi raja atas segala-galanya.

Gereja dengan perayaan Masa Adven ini mau mengatakan bahwa dia adalah juga Gereja yang berjaga dan merindukan kedatangan Tuhan.

“Bagiku Masa Adven bukanlah masa penantian tetapi menjadi saat perjumpaan,” kata seorang bapak.

“Sepuluh tahun lalu, saya kembali berkumpul dengan isteri dan anak-anakku pada awal masa adven,” lanjutnya.

“Saya dipisahkan oleh ‘kesombonganku’ dan disatukan oleh ‘kerapuhanku’ katanya lagi

“Saya lama meninggalkan keluarga karena terbuai oleh bujuk rayu seorang teman yang mengajakku berbisnis, namun setelah itu saya ditipunya,” kisahnya dengan sedih.

“Setelah modal habis dan harus berurusan dengan hukum, temanku lari meninggalkanku, hingga saya yang harus bertanggungjawab di depan hukum,” lanjutnya.

“Saya harus mendekam di penjara selama lima tahun,” katanya.

“Pada awal Masa Adven itulah saya bebas dan pulang kembali, penantian panjang berakhir, saya bisa kembali bertemu keluarga,” ujarnya.

“Dalam masa penantian, saya selalu memikirkan keindahan tinggal bersama isteri dan anak-anak. Saya tahu ada yang menanti dan akan saya temui, maka saya senantiasa menanti dengan penuh harapan dan kegembiraan,” katanya.

Dalam bacaan hari ini kita dengar demikian,

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.”

Yesus minta agar menantikan kedatangan Allah dengan berjaga, harus waspada dan siap sedia untuk menyambut datang-Nya kapanpun dan dalam situasi apa saja, Ia akan selalu datang.

Adven menjadi sangat istimewa karena kita menantikan-Nya dalam pengharapan. Dan ketika kita memiliki pengharapan, kita tidak pernah akan dikecewakan.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku sudah siap menyambut datangnya Tuhan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here