Mencari Jalan dalam Ketidakpastian

0
435 views
Ilustrasi. (ist)

Kamis, 15 Juli 2021

Kel. 3:13-20.
Mat. 11:28-30.

SEORANG umat bercerita bagaimana beban berat dalam bahtera rumah tangganya semakin berat dengan adanya pandemi saat ini.

“Saya telah berusaha sekuat tenaga memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” katanya.

“Ketika saya termasuk karyawan yang dirumahkan dari perusahan tempatku bekerja, saya berusaha menjadi sopir online dengan menggunakan uang pesangon. Untuk DP mobil,” kisahnya.

“Namun, tindakan ini akhirnya saya sadari keliru. Terlalu terburu-buru, karena kondisi pandemi ini membuat sepi penumpang. Akibatnya, cicilan mobil sulit terbayar,” tuturnya.

“Sisa uang pesangon yang awalnya sebagai tabungan akhirnya habis dan cicilan mobil mulai tersendat hingga akhirnya mobil diambil oleh dealer,” lanjutnya.

“Isteriku yang jualan kecil-kecilan juga sangat sulit dan tidak berkembang. Bukan makanan yang dijual tidak enak, tetapi memang kondusi sangat sulit dan lesu,” katanya.

“Kondusi saat ini,sungguh terasa berat. Kami tidak melihat jalan ke luar dari permaasalahan yang kami hadapi,” lanjutnya.

“Saya tidak tahu lagi harus bagaimana?” tanyanya

“Datang kepada Tuhan sudah setiap waktu saya datang dan menyampaikan apa yang kami alami sekeluarga. Kami pasrahkan kepada Tuhan, tetapi semua masalah kelihatan masih sama saja,” tuturnya.

“Namun sebenarnya ada sesuatu terjadi dalam hidup kami,” lanjutnya

“Sudah satu tahun ini, kami hidup dalam ketidakpastian. Tanpa pemasukan yang jelas. Tetapi sungguh mengherankan, karena kami masih bisa makan dan minum,” katanya.

“Tuhan sang penyelenggara tidak membiarkan kami mati kelaparan. Selalu ada berkat yang tidak terduga kami terima. Syukur dan terimakasih, Tuhan,” tuturnya.

“Setiap bangun pagi, saya hanya berdoa mohon kesehatan dan ditunjukkan untuk mendapatkan rezeki,” katanya.

“Saya mau bekerja apa saja yang penting halal. Dan setiap hari ada saja yang minta bantuan saya dan kemudian dari itu saya memperoleh imbalan,” lanjutnya.

“Pepatah Jawa mengatakan ora obah, ora mamah artinya bahwa jika kita tidak bergerak (kerja) maka kita tidak bisa mengunyah (makan).”

“Inilah yang mendorong saya tetap berusaha supaya di tengah situasi yang sulit saat ini, kami sekeluarga bisa (mamah) makan,” katanya.

Rahasia kehidupan itu ada dalam tangan Tuhan yang maha kuasa karena kasih-Nya senantiasa dilimpahkan bagi yang percaya dan berserah diri pada-Nya.

Apakah aku mau tetap berusaha meski jalan kelihatan buntu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here