Mencari Peran Terbaik bagi OMK di Masa Pandemi Covid-19

0
608 views
OMK terlibat aktif dalam komuniitas pencak silat THS-THM. (Vera Sundoro)

MASA mudaku masa yang terindah, masa Tuhan memanggilku.

Masa mudaku masa yang kukenang, ku tinggalkan semua dosaku.

Masa muda sungguh senang kuberikan padaMu ya Tuhan.

Apa yang ada pada diriku, kuserahkan untuk kemuliaanMu...

Demikian tembang lagu yang selalu dinyanyikan dalam acara kegiatan mudika atau Orang Muda Katolik (OMK) – sebutannya kini.

Lagu tersebut mengisyaratkan semangat pelayanan di dalam komunitas Gereja.

Kenangan indah

Teringat di masa OMK, orangtua kami merupakan aktivis paroki, mereka mengajak, mengarahkan dan memberi kebebasan untuk memilih kegiatan yang terdapat dalam kelompok kategorial di Gereja.

Tentu, semuanya itu sejauh itu dapat menambah ikatan persaudaraan seiman, saling menguatkan dalam iman dan dapat mengembangkan talenta kami – anak-anaknya.

Di Gereja terdapat beberapa kelompok kategorial-komunitas antara lain paduan suara, karismatik, Legio Mariae, bela diri Tunggal Hati Seminari (THS) dan Tunas Hati Mulia (THM).

Banyak sudah manfaat yang kami dapatkan setelah terlibat aktif dalam kegiatan komunitas, di antaranya menambah persaudaraan, mempertebal iman, menyalurkan hobi, mengembangkan bakat, memahami karakter teman, belajar berorganisasi.

Sungguh pengalaman yang berharga karena selain dapat memperkaya wawasan dan pertumbuhan subur dalam keimanan spiritual, kami juga berbuah dalam semangat pelayanan.

Christus Vivit

Bapa Suci Paus Fransiskus menyatakan cinta dan kepeduliannya kepada orang muda di seluruh dunia lewat surat Apostolik berjudul Christus Vivit yang artinya Kristus Hidup.

Menurut Paus, orang muda adalah “sebuah rahmat dan berkat”.

Beliau mengingatkan bahwa Kristus menginginkan orang muda hidup dan bukan hanya sekedar hidup; namun hidup yang dipenuhi kelimpahan kasih.

Kristus selalu mencari orang muda untuk berjalan bersama-Nya.

Seburuk apa pun hidup yang tengah dijalani Allah tetap hidup di dalam Kristus. Orang muda katolik harus kuat meski ditantang badai masalah.

Dalam Gereja Katolik, orang muda adalah mata rantai kehidupan.

OMK millenial

Dalam realitanya, sering kita temui anak muda zaman milenial kini cenderung menghindar dari kegiatan menggereja, merasa enggan karena takut di-bully teman sok rohanilah, sok suci dan keinginan lebih pada kepentingan dan kenyamanan kepuasaan diri sendiri.

Lebih asyik bermain dengan gadget untuk sekedar stalking, lihat story teman, main game dan akhirnya menjadi hamba gadget, kurang inisiatif, tidak peduli pada lingkungan sekitar, ingin serba instan, berkurban untuk teman lebih besar daripada pengorbanan untuk orangtua sendiri, mudah putus asa dan bermental lemah, kurangnya kesadaran akan kedekatan pada Tuhan.

Padahal

Sejatinya, lewat proses berulang berupa doa harian dalam hening yang sebenarnya adalah saat penting karena dengan kedekatan hubungan kita bersama  Kristus pengenalan akan Tuhan dan diri sendiri lebih nyata.

Dengan kesadaran pengenalan akan Tuhan sedari muda, maka kita akan terbiasa memahami cara pikir Tuhan dengan benar.

Pada masa Perjanjian Lama, Allah telah memilih dan mempercayai orang muda antara lain Salomo, Samuel, Yeremia untuk menjadi saksi kebaikan Allah bagi umat-Nya.

Di masa Perjanjian Baru, dalam kandungan Santa Perawan Maria yang juga pada waktu itu diperkirakan masih berumur sangat muda, namun Allah telah mempercayainya akan kehadiran seorang putera dalam rahimnya bernama Yesus yang akan menjadi Sang Penyelamat dan pembawa kabar sukacita bagi para umat-Nya.

Dalam penggembalaan-Nya, Yesus di usia muda selalu milih orang-orang muda menjadi murid-Nya.

Ada banyak Orang Kudus yang telah berkontribusi besar bagi Gereja. Di antaranya Santo Fransiskus Xaverius, Santo Dominikus, Santa Agnes, Santo Sebastian, Santo Fransiskus Assisi, Beato Frederic Ozanam dan masih banyak lagi.

Pengorbanan yang mereka berikan merupakan kesadaran penuh akan kebaikan kasih Allah yang telah diterimanya dan mereka berani mengerahkan seluruh kemampuan, talenta dan nyawanya untuk membalas kemurahan Tuhan dalam hidupnya.

OMK teladan iman

Di masa milenial ini ada orang-orang muda seperti Beato Piere Giorgio Frassati dan Beato Carlo Accutis.

Mereka adalah figur anak-anak muda sederhana, namun mampu merawat hubungan eratnya bersama Tuhan lewat doa harian, doa rosario dan ekaristi sebagai pusat kegiatannya yang utama dalam hidupnya.

Sehingga iman mereka bisa bertumbuh, berbuah dalam karya kasih tulus dan telah menginsipirasi banyak umat.

Kerelaan yang sejati adalah hati yang mampu melayani.

Firman-Nya dalam 1 Timotius 4: 12 “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” dapat meneguhkan para kaum muda untuk berani mengeksplorasi diri mengerahkan seluruh talenta untuk kemajuan Gereja, masyarakat, dan bangsa.

Ajakan mau aktif

Masa pandemi ini merupakan tantangan bagi kaum muda untuk memunculkan semangatnya berkreasi dalam karya nyata. Yakni, dengan menumbuhkan rasa solidaritas dan membantu para keluarga korban terdampak pandemi, para korban bencana alam dengan menggalang karya amal kasih.

Saat sekarang memasuki Masa Prapaskah, kita dapat berinisiatif membantu dengan berkontribusi dalam keterlibatan di kepanitiaan Paskah, menciptakan inovasi baru yang kreatif dan menarik jelang Paskah.

Misalkan dengan mengadakan drama virtual kisah sengsara Yesus di hari Jumat Agung nanti dan konser virtual di Hari Paskah, membuat konten berisi pesan tema Masa Prapaskah, pendalaman iman OMK secara virtual, membuat webinar yang dapat membangun nilai toleransi dan kepedulian terhadap sesama yang miskin, lemah, tersingkir dan difabel, rekoleksi virtual kerohanian atau rekoleksi virtual bernilai kebangsaan berisi nilai-nilai Pancasila.

Mengikuti kursus-kursus virtual yang dapat memperdalam skill atau keahlian seperti webinar atau talkshow virtual kerohanian, kursus virtual desain grafis, fotografi, videografi, digital marketing, sampai kursus virtual coding (membuat program dalam perangkat komputer) semua tawaran webinar tersebut dikemas secara menarik yang akan mempermudah peserta memahami materi pembelajaran.

Banyak manfaat dalam mengisi waktu luang dimasa pendemi ini dengan kegiatan-kegiatan positif lewat virtual.

Mengajak anak-anak muda terlibat aktif dalam kegiatan sosial adalah hal yang perlu dilakukan oleh orangtua kepada anak-anaknya. (Vera Sundoro)

Kisah seorang OMK

Brigitta Indah Lestari adalah seorang remaja muda katolik. Ia aktif dalam komunitas gerejani sebagai puteri altar, anggota Komunitas Karya Amal Vinsensius dan anggota THM.

Ia memanfaatkan masa pandemi ini dengan mengikuti kursus-kursus virtual untuk memperkaya wawasan dan menggali potensi yang ada dalam dirinya dan dalam hidup kesehariannya.

Ia juga berinisiatif menyisihkan uang sakunya untuk memberi nasi bungkus yang diolahnya sendiri dan dibagikan kepada para pemulung yang dia temui di jalan setiap akhir pekan.

Yakinlah, Tuhan punya rencana indah di setiap fase kehidupan manusia. Ia menguatkan kita lewat sabda-Nya: “Sebab, Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikian firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)

Komunikasi yang sehat

Di dalam organisasi Gereja, kita perlu juga belajar menghargai masukan dari para penasihat dan pembina komunitas yang akan membawa kemajuan keberlangsungan komunitas dengan semangat diskusi yang sehat.

Maka dari itu, perlu terus dibina hubungan yang solid dan harmonis dengan para pengurus demi pertumbuhan gereja yang lebih baik.

Panggilan mengarahkan usaha dan tindakan kita pada pelayanan. Yang perlu kita pahami sebagai refleksi pribadi: untuk apa aku diciptakan,untuk apa aku berada di dunia ini dan apa rencana Tuhan dalam hidupku, sehingga kita dapat melakukan perbuatan yang bermakna dari dalam diri untuk kemuliaan Tuhan dan untuk kebaikan sesama.

Orangtua juga memegang peran utama dalam memotivasi anak-anaknya dengan semangat kasih memotivasi anaknya aktif terlibat dalam hidup berkomunitas menggereja.

Perlunya komunikasi afektif terus dihidupkan sehingga terjalin keselarasan tujuan hidup menggereja dari tingkat keluarga,masyarakat, Gereja, dan bangsa.

10 ayat inspiratif

Berikut 10 ayat penyemangat OMK:

  1. “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” (Amsal 7: 1)
  2. “Akuilah IA dalam segala lakumu, maka IA akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:6-7)
  3. “Berpeganglah pada didikan, jangan melepaskannya, peliharalah dia karena dialah hidupmu.”
  4. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena disitulah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23)
  5. “Janganlah kamu serupa dengan dunia ini tetapi berubahlah dengan pembaharuan budimu.” (Roma 12 :2)
  6. “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7)
  7. “Karena itu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3: 16)
  8. “Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13)
  9. “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2: 52)
  10. “Dengan demikian tiap-tiap manusia kepadanya Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Timotius 3: 17)

Anak muda yang terkasih, marilah mau aktif melibatkan diri dan memberi versi terbaik dari dalam dirimu demi kemuliaan Tuhan.

Pujian dan makian adalah hal yang biasa dalam setiap karya pelayanan.

Maju terus pantang mundur. Lakukanlah pekerjaan untuk Allah dengan tulus, biarkan Dia yang bekerja dalam diri kita. Jadilah alat-Nya yang berguna.

Hidup ini nikmat jika kita bisa menjadi berkat bagi sesama.

Pro ecclesia et patria.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here