Mendengarkan dan Meresapkan Sabda Allah

0
171 views
Ilustrasi: Tebar benih. (Ist)

Bacaan 1: 1Kor 15:35-37.42-49
Injil: Luk 8:4 – 15

BEBERAPA waktu lalu, saya mendapat projek pertanian untuk mengembangkan hasil produksi padi di Batulicin, Kab. Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Ada dua program utama yang kami rencanakan.

Pertama menciptakan benih padi unggulan dan kedua mengolah, merawat lahan agar menjadi lahan yang baik. Dengan kedua program itu, kami percaya akan memberi hasil yang baik berlipat dari keadaan sebelumnya.

Bagi petani, ada banyak cara dalam menabur benih. Biasanya petani membuat jalur tertentu untuk menaburkan benihnya. Mungkin hanya sekitar 60-75% yang jatuh di lahan yang baik namun hasilnya bisa berlipat.

Sedangkan sisanya tidak bisa bertumbuh karena jatuh di lahan yang kurang baik dengan berbagai macam jenisnya. Petani tentu akan meminimalkan benih yang jatuh di lahan kurang baik itu.

Tuhan Yesus, hari ini memberikan kita perumpamaan tentang penabur benih persis seperti yang saya tulis di atas. Dengan gamblang Ia menjelaskan kepada para murid-Nya apa makna dari perumpamaan itu.

Benih adalah Sabda Allah yang ditaburkan kepada umat-Nya. Diharapkan benih itu jatuh di lahan yang baik dan akan menghasilkan seratus kali lipat.

Lahan yang baik itu akan menyimpan benih, meresapkan ke dalam tanah untuk kemudian tumbuh menjadi tanaman yang menghasilkan.

Saya dan kamu diharapkan menjadi lahan yang baik, agar sabda-Nya meresap dan berbuah seratus kali lipat.

Dalam pengajarannya kepada jemaat Korintus, Rasul Paulus menjelaskan konsep kebangkitan badan setelah kematian. Orang Korintus sebelumnya memiliki kepercayaan tidak percaya adanya kehidupan sesudah mati.

Saat hidup di dunia, manusia mengenakan tubuh alamiah yang akan binasa saat mengalami kematian.

Setelah kematian dan mendapatkan karunia hidup kekal maka jiwa akan dibangkitkan dan mengenakan tubuh rohaniah atau tubuh mulia yang tidak akan binasa.

Kristus adalah Adam akhir yang menjadi roh yang akan menghidupkan. Adam berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani yang bisa binasa, sedangkan Kristus berasal dari surga dan tidak binasa tubuh-Nya.

Pesan hari ini

Benih unggulan tetap tidak bisa tumbuh pada lahan yang tidak baik karena berbagai alasan. Entah dimakan burung, tanah yang tipis maupun terhimpit duri.

Benih unggulan harus meresap ke dalam tanah, kemudian tumbuh menjadi tanaman yang menghasilkan buah berlipat ganda. Demikian juga dengan sabda Allah, harus diresapi untuk kemudian mampu menghasilkan buah dalam hati yang terbuka.

“Janganlah pernah menyerah ketika kamu masih mampu berusaha. Tidak ada kata menyerah sampai kamu berhenti mencoba. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here