Mengajar Sekolah Minggu di Paroki Girisonta, Belajar Melayani dengan Kasih

0
286 views
Melayani dengan Kasih diungkapkan dengan ikut melibatkan diri dalam pengajaran bina iman pada kelompok peserta Sekolah Minggu. Berlangsung di Gereja St. Stanislaus Kotska Paroki Girisonta, Karangjati, Ungaran, Jateng. (Christina Putri Indah Nugraheni)

BERKAT rahmat Tuhan, hari Minggu, 26 Juli 2022. Saya bersama teman saya yang bernama Vicensa Gerosa Rachel Ananta mengisi kegiatan Sekolah Minggu di Gereja St. Stanislaus Kotska Paroki Girisonta, Karangjati, Kabupaten Semarang.

Lokasinya sungguh anya selemparan batu jauhnya dari Kolese St. Stanislaus Kotska dan Novisiat Jesuit – tempat para calon Jesuit dibina sebagai Novis.

Sangat antusias

Anak-anak tampak sangat berminat ingin terlibat dalam kegiatan PIA. Mereka cukup banyak. Jumlah anak-anak yang mengikuti PIA di Paroki Girisonta kurang lebih ada 60 anak.

Sekolah Minggu di Paroki Girisonta ini dilaksanakan bersamaan saat Perayaan Ekaristi berlangsung.

Anak-anak yang belum menerima komuni dikumpulkan di ruangan berbeda, diberi asupan pembinaan iman. Oleh beberapa orang pembina dan pendamping.

Setelah komuni, anak-anak diajak masuk ke gereja secara berurutan untuk menerima berkat dari imam. Hal ini dilakukan untuk mengurangi keributan anak-anak, saat Perayaan Ekaristi berlangsung.

Dalam kegiatan tersebut, kami mengambil tema “Cinta Kasih dan Kepedulian”.

Dalam kegiatan Sekolah Minggu ini, kami mengajak anak-anak PIA bernyanyi, bercerita. Kami juga menyampaikan sebuah kisah diambil dari Kitab Suci.

Belajar menjadi pendamping dan pembina peserta program Bina Iman melalui kegiatan Sekolah Minggu. Ini kami lakukan dengan anak-anak di Gereja Santo Stanislaus Kotska Paroki Girisonta, Karangjati, Ungaran, Jateng, akhir Juni 2022. (Christina Indah Putri Nugraheni)

Orang Samaria yang baik hati

Kami mengajak anak-anak membuat sebuah hasil karya dari kertas lipat. Di sini kami membawakan kisah orang Samaria yang baik hati.

Orang Samaria yang baik hati ini menggambarkan cinta kasih; ungkapan cinta kasih kepada orang yang membenci kita sekalipun.

Bicara tentang hal ini, “kasih“ dapat diartikan sebagai suatu keadaan di mana ada rasa mengasihi. Juga mau melakukan perbuatan baik dengan tulus hati. Ada perasaan ingin membantu sesama dengan sepenuh hati.

Orang Samaria mengulurkan tangan pada yang dirampok by Rossano Gospels – 6th Cent. – Folio 007

Kasih itu sangat penting dalam kehidupan kita sehari hari. Agar sesama manusia dapat saling mengasihi, damai, saling tolong-menolong, peduli antar sesama. Karena kasih itu pada dasarnya semangat mau melayani.

Karena, Tuhan ingin agar kita belajar mengasihi dan melayani sesama. Tanpa pamrih dan juga tidak  mementingkan diri.

Mengajar anak-anak Bina Iman di kelompok Sekolah Minggu melalui media gambar dan visualiasi peristiwa. Kami praktikkan dengan para peserta Bina Iman dalam kelompok Sekolah Minggu di Paroki Girisonta, Ungaran, Jateng, akhir Juni 2022. (Christina Indah Putri Nugraheni)

Medan pelayanan

Kegiatan mengajar Sekolah Minggu adalah sebuah medan pelayanan. Melayani menjadi pembina, pendamping Sekolah Minggu sungguh tidak semudah yang dibayangkan.

Secara umum, orang-orang melihat bahwa seorang pembina, pendamping biasanya hanya mempersiapkan materi, lagu untuk bernyanyi dan permainan.

Itu belum cukup.

Karena, tugas sebagai pembina, pendamping Sekolah Minggu lebih dari itu. Pembina, pendamping berperan penting dalam mendidik, memotivasi, dan membentuk anak-anak. Sesuai dengan teladan Yesus.

Melalui kebersamaan ini, kami mengajari sikap dan pembiasaan perilaku yang baik. Mulai dari hal-hal sederhana, misalnya, berdoa sebelum mulai ikut Sekolah Minggu, membaca Kitab Suci, berdoa sebelum diberkati imam, membiasakan sikap tangan terkatup, ketika maju untuk menerima berkat dari imam, dll.

Demikianlah melalui kegiatan Sekolah Minggu ini, anak-anak diberi pengetahuan, keterampilan, penanaman nilai-nilai kristiani iman dalam Yesus.   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here